INILAH KRITERIA SUSUNAN ‘KABINETKU”. Jika Aku Menjadi Seorang Presiden

Posted on Januari 18, 2012

0



Berhayal-lah sebelum berhayal itu bayar, rasanya kata ini yang lebih cocok untuk memulai tulisan ini, walaupun jauh dari prinsip realities dan hukum gratifitasi bumi sekalipun. Semua bebas menentukan mimpi dan khayalan karena bangsa ini belum mengatur undang-undang tentang mimpi. Mumpung UU ini belum masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat atau memang tak akan pernah masuk. Meskipun undang-undang ini menjadi permasalahan, masuk dan tidaknya. Mungkin dewan pertimbangan MPR/DPR rasanya akan mempertanyakan, “Bobot nominal andai undang-undang ini disahkan”. Untuk itulah mari sama-sama kita berkhayal. SELAMAT BERKHAYAL…

Jika Aku Menjadi Seorang Presiden
Semoga saja Production House yang ada di negeri ini mempertimbangkan ide kreatif ini dan segera direalisasikan dalam bentuk reality show mungkin, atau sinetron FTV berdurasi 1×24 jam, dibandingkan harus menonton sinteron yang menghabiskan tissue dan kacang. Ingat, kacang bukan kacangan. Jika Aku menjadi seorang presiden. Langkah dan pertimbangan sebelum pembentukan kabinet Indonesia Berpadu Jilat satu. Orang-orang yang duduk dikabinet nanti, mereka yang paham betul arti,

1. ”apa yang sudah saya berikan untuk negeri ini.”

2. “Mereka yang sudah merasakan KERINGAT ITU ASIN, DAN Ketiak Itu Bau..

( Walau sedikit menyerempet antara keringat dan ketiak )

3. Kalau mereka terlahir dari kalangan lekar-an atau sarungan alias agamawan. Mereka yang memahami agama secara praktik walau pun teori mereka sedikit. Bukan meraka yang hafal isi kitab di luar kepala. Yang menjadi pertimbangan, andai dia hafal betul kitab-kita tuhan, takutnya dijadikan PROPOSAL untuk mengemis pada rakyat atas dasar agama dan nantinya akan timbul PT. JUAL-BELI AYAT Tbk

4. Kalau mereka terlahir dari kalangan Pancasilais yang notabenenya berpatokan pada arah leher burung garuda ( kanan ) bukan berpatokan kepada patung pancoran, yang selalu asal tunjuk yang nggak tahu arah dan maksudnya dia nunjuk. Atau patung pembebasan Irian Barat yang selalu pasrah dan lepas tangan. Atau pun patung mascot salah satu restaurant siap saji ala Jepang yang kalau di pukul kepalanya hanya manggut tanpa perlawanan dan menjadi bulan-bulanan anak kecil.
Cukup rasanya itu yang menjadi acuan awal pembentukan kabinet, jika aku menjadi presiden.

Adapun yang membidangi setiap department, mungkin hanya beberapa saja yang saya ajukan dan memang menjadi sorotan public dewasa ini ;

a. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Keriteria calon menteri :
• Dia yang memahami dan mampu merubah image bahwa Politik itu Kejam, justru hadirnya dia menjadi satu warna baru dalam percaturan perpolitikan di negeri ini dengan pandangan masyarakat mengenai politik itu penuh dengan intrik, kekejaman dan siasat adu domba. Hingga dengan mudahnya membodoh-bodohi rakyat dengan isu murahan, menyogok rakyat dengan sebungkus indomie dan telor.
Calon kuat : Entis Sutrisna ( Sule )

b. Menneg Pemuda dan Olahraga
Lengserkan AM karena sudah merugikan rakyat.
Tokoh pengganti : Elias Pical ( Mantan petinju yang sempat menjadi satpam )
Alasan dipilihnya Elias Pical, disamping ia ditugaskan untuk membahas kisruh PSSI yang tak kunjung redah, ditambah lagi para supporter –nya yang urakan dan hobi lempar batu, mungkin dengan hadirnya Elias Pical mampu memfasilitasi kebiasaan para supporter untuk menjadi atlit lempar batu sembunyi tangan atau lempar masalah. Atau juga lempar lembing Bukan Lempar Kasus Habis Perkara. Mudah-mudahan beliau mampu menyelesaikan permasalahan di negeri ini, khususnya mencari pemain bola, cukup 14 orang yang memang murni hasil sleksi bukan pemain titipan. Massaa siih 200 juta penduduk negeri ini mencari 14 pemuda yang tangguh di lapangan hijau, bukan pemuda yang bisanya ngebanci di atas panggung.

c. Menteri Perhubungan
Cukup calonnya yang memenuhi kriteria : dia pernah merasakan panasnya naik angkot dan sesaknya naik kereta api sekaligus dengan sendirinya ia paham permasalahan saranan angkutan publik dan lalu lintas, jangan hanya bertengger dan duduk manis di mobil mewah dengan AC dan sofanya yang empuk.
Mungkin sementara hanya tiga menteri itu saja yang bermasalah. ( Bersambung )

Posted in: OPINI