RADIO

A. RADIO
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).

I. Sejarah Radio

Tolak ukur sejarah munculnya radio berawal ketika ahli fisika Jermar bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasilmengirim dan menerima gelombang elektro. Upaya tersebut dilanjutkan oleh Guglielmo Marconi ( 1874 – 1937 ) dari Italia yang sukses mengirimkan sinyal morse berupa titik sinyal morse dalam bentuk titik dan garis dari sebuah pemancar kepada suatu alat penerima. Sinyal yang dikirim Marconi ini berhasil menyebrangi Samudra Atlantik pada tahun 1901 dengan menggunakan gelombang elektromagetik.
Selama ini Guglielmo Marconi dianggap sebagai penemu radio. Padahal sebenarnya banyak orang berperan dalam pengembangannya. Awal 1800-an secara terpisah Joseph Henry, profesor dari Pinceton University, dan fisikawan Inggris Michael Faraday mengembangkan teori induksi. Percobaan mereka terhadap elektromagnet membuktikan arus listrik di sebatang kawat dapat menimbulkan arus di batang kawat lain, meski keduanya tidak berhubungan. Tahun 1864 fisikawan Inggris lain James Clerik Maxwell, berteori bahwa arus listrik dapat menciptakan medan magnet dan bahwa gelombang elektromagnet bergerak dengan kecepatan cahaya. Teori Maxwell itu belakangan dibuktikan kebenarannya oleh percobaan yang dilakukan fisikawan Jerman Heinrich Hertz, tahun 1880.
Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan 1865.
Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ke telepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi.
Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Radio awalnya diremehkan dan perhatian kepada penemenuan baru itu hanya terpusat sebgai alat teknologi transmisi. Radio lebih banyak digunakan oleh militer dan pemerintahan untuk kebutuhan penyampaian informasi dan berita. Radio lebih banyak dimanfaatkan pula oleh kalangan pengusaha untuk tujuan yang berkaitan dengan ideology dan politik secara umum.
Peranan radio mulai dikaui pada tahun 1909, ketika informasi yang dikirim radio mampu menyelematkan penumpang kapal laut yang mengalami kecelakaan dan tenggelam. Awal penciptaan radio dalam bentuk besar dan tidak menarik. Namun pada tahun 1926, perusahaan manufaktur radio berhasil memperbaiki kualitas produknya. Pesawat radio sudah menggunakan tenaga listrik yang ada di rumah sehingga lebih praktis, menggunakan dua knop untuk mencari sinyal, antenna dan penampilannya yang lebih baik menyerupai peralatan furniture. Sebelumnya, pada Tahun 1925 – 1930, sebanyak 17.000.000 pesawat radio terjual kepada masyarakat dan dimulailah era radio menjadi media massa.
Stasiun Radio pertama muncul ketika seorang ahli teknik bernama Frank Conrad di Pittsburgh AS, pada tahun 1925 Frank membangun sebuah pemancar radio di garasi rumahnnya. Conrad menyiarkan lagu – lagu, mengumumkan hasil pertandingan olahraga dan menyiarkan instrument musik yang dimainkan putranya sendiri. Stasiun yang pertama di dirikan Conrad bernama, KDKA dan masih mengudara hingga saat ini, dan menjadikan Radio tertua di dunia.
Dari pengembangan stasiun radio milik Conrad, sebuah perusahaan National Broadcasting Company ( NBC ), pada tahun 1926 NBC menawarkan program kepada ke berbagai radio yang bersedia menjadi anggota jaringan. Sehingga beberapa radio berbagi stasiun radio saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk jaringan radio.
Dari situlah perkembangan teknologi radio melaju begitu pesatnya dan berkembang dari milik pribadi dan beralih menjadi satu bisnis marketing yang efisien. Pada pertengahan 1930, Edwin Howard Armstrong, berhasil menemukan frekwensi modulasi ( FM ), penemuan Edwin berbeda dengan radio yang banyak dipasarkan saat itu, yang menggunakan frekwensi AM ( amplitudo modulasi ), radio FM memiliki kualitas suara yang lebih bagus, jernih dan bebas dari gunakan siaran ( static ). Hasil penemuannya itu, ia coba untuk dijual oleh perusahaan Radio Corperation America ( RCA ), David Sarnoff, pemimpin perusahan tersebut yang mengembangkan sistem frekwensi AM. Namun, upaya Edwin pupus, setelah adanya penolakan dari RCA dengan alasan mereka lebih tertarik untuk mengembangkan televisi. Kekeliruannya itu diakui oleh David, untuk itu ia menawarkan sejumlah uang kepada Edwin agar hak atas radio FM. Edwin menolak tawarannya tersebut. Hasil penemuan Edwin Howard belum sempat dikembangkan karena saat itu tercetus Perang Dunia II.
Tahun 1960, Perkembangan program Radio pertama kali mulai dianulir sebagai sebuah perusahaan bisnis dengan program radio serta pemasangan iklan mulai menjadi target bisnis dalam perkembangan berikutnya. Stasiun radio mulai memproduksi acaranya sendiri dan berkonsentrasi untuk mendapatkan iklan dari pemasangan iklan lokal.

II. SEJARAH RADIO MASUK KE INDONESIA

Tahun 1925, pada masa pemerintahan Hindia Belanda prof. Komans dan Dr. De Groot berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat. Kejadian ini diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM.
Tahun 1930, amatir radio di Indonesia telah membentuk organisasi yang menamakan dirinya NIVERA (Nederland Indische Vereniging Radio Amateur ). Yang merupakan organisai amatir radio pertama di Indonesia berdirinya organisasi ini disakan oleh Hindia – Belanda.

Perkembangan Radio di Indonesia

 Studi yg dilakukan Krishna dan David Hill menunjukkan fasilitas radio siaran pertama di Hindia, berupa radio komunikasi Angkatan Laut, mengudara thn 1911 di Sabang.
 Hingga akhir PD I, mendengarkan radio dianggap ilegal. Setelah PD I peraturan mulai longgar, para broadcaster amatir membangun Batavia Radio Society, yg mulai siaran tetap thn 1925, 6 thn setelah siaran masuk dunia yg pertama terjadi di Belanda.
 Thn 1934 masyarakat radio komunitas Belanda, Netherlandsche Indische Radio Omroep Maataschappij (NIROM), diberi izin pemerintah utk mendanai operasinya di seluruh Jawa dgn memungut pajak radio melalui kantor pos dan telegraf.
 Pendirian NIROM tdk lepas dari peran Prof.Dr.Ir. Komans-Netherland dan Dr.Ir. De Groot-Batavia, yg pada thn 1925 berhasil melakukan komunikasi radio dgn menggunakan stasiun relai di Malabar.
 Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) lahir thn 1930, pada masa pemerintahan Hindia Belanda amatir radio di Indonesia membentuk organisasi NIVERA (Nederland Indische Vereniging Radio Amateur) yg merupakan organisasi amatir radio pertama di Indonesia
 Antara thn 1933-1943 anggota NIVERA mendirikan Solosche Radio Vereneging.
 Jaringan pribumi pertama, Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK) diberi izin terbatas thn 1937 utk menyiarkan hal-hal mengenai kebudayaan atau sosial.
 Cikal bakal ORARI diteruskan dgn lahirnya PRAI (Persatuan Radio Amatir Indonesia) akhir 1945.
 Desember 1949, saat penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kpd Republik Indonesia Serikat, semua kegiatan dibubarkan.
 Thn 1950-1952 Amatir Radio Indonesia membentuk PARI (Persatuan Amatir Radio Indonesia).
 Di akhir thn 1952, karena memandang situasi di tanah air tdk memungkinkan, Pemerintah Indonesia mengeluarkan ketentuan selain pemancar radio milik pemerintah dilarang mengudara.
 Kegiatan amatir radio dibekukan pada kurun waktu 1952-1965. Pembekuan ini diperkuat dgn UU No. 5 Thn 1964 yg mengenakan sanksi thd mereka yg memiliki radio pemancar tanpa seizin pihak yg berwenang.
 Namun thn 1966 antusias amatir radio utk mengudara tdk dpt dibendung lagi.
 Tanggal 14-26 Februari 1966, radio Ampera merupakan sarana perjuangan Kesatuan-kesatuan Aksi dlm perjuangan Orde Baru.
 Setahun kemudian di berbagai daerah telah terbentuk organisasi-organisasi amatir radio seperti PARD (Persatuan Amatir Radip Djakarta), PARB (Persatuan Amatir Radio Bandung), PARJ (Persatuan Amatir Radio Jogjakarta).
 Tanggal 9 Juli 1968 berdirilah ORARI yg pelaksanaan teknis dan administratifnya dijalankan sesuai dgn Surat Keputusan DETELRI (Dewan Telekomunikasi RI) No. 004/1968. Selanjutnya hari itu dinyatakan sebagai hari lahir ORARI dan Hari Amatir Radio Indonesia.

 Kembali ke sejarah perkembangan radio, toleransi resmi Belanda akan heterogenitas berakhir thn 1942, ketika tentara Jepang menempatkan semua stasiun radio di bwh kontrol Departemen Propaganda dan Informasi, Sendenbu, yg membentuk Java Broadcasting Superintendent Bureau utk mengawasi radio. Pemerintah Jepang melarang penerimaan dan penyiaran kembali semua transmisi luar negeri.
 Malam 17 Agustus 1945, kaum Republik Indonesia berhasil menghindari kontrol Jepang thd stasiun Hoso Kyoku di Jakarta dan menyiarkan Pernyataan Kemerdekaan yg dibacakan pagi hari sebelumnya. Keesokan harinya, siaran itu dlm bahasa Indonesia, dgn terjemahan bahasa Inggris disiarkan ke seluruh negeri dan seluruh dunia dari Bandung.

 Sejarah perkembangan radio juga ditandai dgn didirikannya Radio Republik Indonesia (RRI) pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yg sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota.
 Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman Jl. Menteng Dalam Jakarta memilih Dokter Abdulrahman Saleh sbg pemimpin RRI yg pertama.
 Rapat juga menghasilkan deklarasi dgn sebutan Piagam 11 September 1945, berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yg dikenal dgn Tri Prasetia RRI.
 Operasi RRI awalnya ditempatkan di bwh Departemen Penerangan mulai April 1946. RRI kemudian membangun divisi luar negeri, Voice of Indonesia, utk menyiarkan bulatin gelombang pendek utk luar negeri.
 Dewasa ini RRI mempunyai 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yg ditujukan ke luar negeri “Suara Indonesia”.
 Kecuali di Jakarta, RRI di daerah menyelenggarakan siaran dlm 3 program yaitu “Programa Daerah” yg melayani masy. sampai pedesaan, “Programa Kota (Pro II)” utk masy. perkotaan, dan “Programa III (Pro III)” yg menyajikan Berita dan Informasi (News Channel) kpd masy. luas (www.rri-online.com).

B. PROGRAM RADIO

Tingkat persaingan bisnis radio memaksa perusahan radio untuk lebih kreatif lagi mengkemas program radio dengan tujuan menjaring target jumlah audiens yang mendengar yang berkaitan dengan nilai jual atau bisnis dari company radio tersebut untuk mengkemas format radio yang sesuai dengan kebutuhan audiens.
Pringle- Star – Mc Cavitt ( 1991 ), menjelaskan bahwa hal mendasa dari fprmat program radio itu didominasi oleh satu elemen isi atau suara yang utama yang dikenal dengan format ). Dengan kata lain format adalah penyajian program dan musik yang memiliki ciri – ciri tertentu oleh stasiun radio. Format radio, merupakan identitas diri dan ciri radio tersebut.

Format siaran radio diwujudkan dalam bentuk prinsip – prinsip dasar tentang apa, untuk siapa dan bagaiman proses pengolahan suatu siaran hingga dapat diterima audien. Tujuan penentuan format siaran adalah untuk memenuhi sasaran khalayak secara spesifik dan untuk kesiapan berkompetisi dengan media lain di suatu lokasi siaran akibat maraknya pendirian stasiun radio.
Beberapa Format radio misalnya ;
• Format radio anak – anak
• Format remaja, muda, dewasa dan tua
Berdasarkan profesi
• Perilaku
• Gaya hidup
Format lain,
• Profesional
• Intelektual
• Petani, buruh, Mahasiswa, nelayan dan sebagainya.
Menurut Joseph Dominick ( 2001 ) format radio dalam kegiatan siaran harus tampil dalam empat wilayah, Yaitu ;
1. Personality
2. Pilihan musik mencakup Back Sound
3. Pilihan musik dan gaya bertutur ( talk ), dan
4. Spot atau kemasan iklan, jinggel, dan bentuk promosi acara radio.
Perkembangan radio terdapat lebih dari 100 format siaran, terdapat sekitar 10 format yang popular, tertua dan melahirkan garis keturunan ( derivasi ) format siaran selanjutnya.
Seluruh format stasiun radio dapat dikelompokan ke dalam tiga kelompok besar ;
• Format Musik
• Format Informasi
• Format khusus ( speciality )  Format untuk etnis dan agama
Format musik, memiliki kesulitan tersendiri dalam memformat radio dikarenakan genre musik yang begitu beragam. Format informasi, menjadi dua bagian ;
• Dominasi berita ( all news )  Berita lokal, regional, regional dan internasional.
• Dominasi perbincangan ( all talks dan talks news ).

Di Indonesia Format siaran menjadi wajib dimiliki setiap stasiun penyiaran sebagaimana ketentuan Undang – Undang penyiaran Pasal 33 ayat 2, Undang – Undang No. 32 tahun 2002 , “Ayat 2
Yang dimaksud dengan “perbandingan mata acara siaran” dalam ayat ini adalah perbandingan jumlah waktu siaran mata acara produksi dalam negeri dengan jumlah waktu siaran mata acara siaran produksi luar negeri sekurang-kurangnya 70 (tujuh puluh) berbanding 30 (tiga puluh). Perbandingan ini berlaku untuk semua jenis acara, termasuk film dan sinetron di televisi.
Format radio merupakan hal yang mengglobal dalam hal khusunya merangkum kepada Program Radio. Program radio sebenarnya tidak terlalu banyak jenisnya, yaitu musik dan informasi.
Program khusus dalam sebuah radio mencakub secara umum adalah
1. Produksi berita radio
2. Perbincangan ( talk show )
3. Info hiburan
4. Jinggel.

BERITA RADIO

Berita radio merupakan laporan atau sutu peristiwa atau pendapat penting atau menarik. Siaran berita adalah sajian fakta yang diolah kembali menurut kaidah jurnalistik radio.
Format penyajian berita radio, terdiri atas ;
1. Siaran langsung ( ( live report ),
2. Siaran tunda.
Laporan Jurnalistik radio terdiri atas tiga elemen ;
1. Narasi yang dituturkan penyiar.
2. rekaman wawancara dengan nara sumber.
3. Rekaman Atmosfer yaitu suara asli peristiwa.
Tujuan penyajian acara informasi antara lain, menginformasikan materi berita/ tips yang belum diketahu pendengar atau memberikan attensi ulang atau penekanan atas topic tertentu bagi pendengar yang sudah membaca materi itu atau di koran atau media massa lainnya.

PERBINCANGAN RADIO

Perbincangan radio ( talk show ) pada dasarnya adalah kombinasi antara seni berbicara dan seni wawancara. Tiga bentuk program perbincangan yang banyak digunakan stasiun radio ;
1. One-on-one-Show, yaitu bentuk perbincangan saat penyiaran ( pewawancara ) dan narasumber mendiskusikan suatu topic dengan dua posisi mikrofon terpisah di ruang yang sama.
2. Panel discussion, pewawancara sebagai moderatot hadir bersama narasumber.
3. Call in show, Program perbincangan yang hanya meibatkan teltpon dari pendengar.

Infotaiment Radio

Tiga bentuk infotaiment radio yang popular di Indonesia adalah ;
1. Info-entertainment  penyampaian Informasi dari dunia hiburan.
2. Infotainment, penyampaian informasi, promosi dan sejenisnya.
3. Informasi dan entertainment, sajian informasi khususnya berisi berita – berita actual dilengkapi perbincangan yang tidak selau khazanah dunia hiburan.

Jinggel Radio
Adalah gabungan musik dan kata yang mengidentifikasikan keberadaan sebuah stasiun radio. Tujuannnya untuk mempromosikan keberadaan radio di tengah masyarakat.
Ada tiga jenis Jinggel yaitu ;
1. Jinggle untuk stasiun radio ( Radio Expouse ).
2. Jinggle untuk acara radio ( programme expose ), dan
3. Jinggke untuk penyiar radio ( announcer expose )

Prinsip produksi jinggel adalah ia harus mewakili citra radio yang ingin dibentuk di benak pendengar memiliki kekhasan materi dan kemasan dibandingkan radio lain dan dapat disiarkan berulang – ulang.

Iklan