OPEN SALE “PAHALA” MEMBURU DISCOUNT DOSA.

Alhamdulillah, semakin mendekati lebaran semakin maju shaf dan semakin ramai pusat perbelanjaan ( shoping center ) mulai dari kalangan ekonomi meroket sampai ekonomi melarat, seakan tak mau ketinggalan yang nama-nya berburu baju lebaran. Entah siapa penemu tradisi yang hanya tumbuh di negeri ini. Berhimpitan, terinjak, bergelut dengan bingar dan debu seolah bukan halangan semata-mata agar menjelang Idul Fitri nanti, sesetel baju baru menjadi syarat menyambut hari nan fitri.

Ironis bercampur tragis, hanya demi baju lebaran dan tidak kuatnya menahan dahaga dikarenakan saling himpit dengan pengunjung lainnya, tanpa rasa malu mengorbankan puasa demi sepotong pakaian, minum dan makan di pusat keramaian seakan sudah hal biasa. Rela menelusuri toko-toko ditengah peluh dan panas yang menyengat demi ‘discount’ yang ditawarkan, menggadaikan puasa hanya untuk potongan harga.

Tanpa disadari, Allah hanya meminta satu bulan dari dua belas bulan yang ada untuk mengajak kita menjadi hamba yang bertakwa, menanamkan nilai sosial, menuntun kita untuk kembali fitrah, menunjukan nilai toleransi sesama umat, membimbing hambanya untuk belajar saling berbagi. Sampai Allah sendiri mengobral pahala di bulan yang penuh berkah ini, lucunya manusia itu sendiri yang ditawarkan, memilih menukar kebaikan Allah dengan aktifitas yang justru menjauhkan mereka dari nilai-nilai kebaikan.

Bayangkan, kebaikan Allah melebihi dari negara yang menganut paham sosialis, dimana pengangguran mendapatkan gaji setiap bulannya. Begitu juga Allah, di bulan yang penuh ampunan ini, membalas tidurnya orang berpuasa sama dengan pahala orang yang beribadah. Allah lebih bijak, memberikan garasi dosa bagi mereka yang memang mampu menunaikan ibadah ‘melangit’ ini, maka niscaya Allah bukakan pintu maaf yang seluas-luasnya seperti seorang bayi yang baru terlahir ke dunia, tanpa dan memaafkan dosa manusia. Lalu mengapa banyak yang menghindar dari kebaikan-Nya ini? Memilih pusat perbelanjaan dibandingkan pusat-pusat kajian Islam yang nota bene-nya tak berbayar?!
“Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaq ‘Alaihi )

Hanya di bulan inilah Allah melipat gandangan pahala, membalasnya dengan kebajikan tak terkira dan Allah sendirilah yang memperhitungkannya.

Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku.” (HR Muslim)

Tidak adakah bulan-bulan lain untuk kita berburu pakaian? Hingga saat menghadapi Ramadhan, sedikit kita melepas kepentingan keduniawian demi menyambut fitrah bagi hamba-hamba yang beriman dan terpanggil menunaikan puasa di bulan Ramadhan guna menyematkan lencana, La’alakum Tattaqun.

Hasan Albana, 19 Ramadhan 1433 H

Iklan