Hand phone ‘Karet’ si EDY

HAND PHONE ‘karet’ Si EDY

Tahu kan program acaranya Uya Memang Kuya ? Yah, mungkin bagi mereka yang sering stay terus di depan televisi tahu acara hipnotis ala Uya. Di setiap penayangan acara tersebut, kalau kita perhatikan terus, ada dua asisten Uya yang selalu ribet membantunya untuk mencari sang target. Diantara meraka, ada seorang pria ‘ramping’ dengan ciri khusus rambut punk rock-nya, yang kerap disapa Edy Kopi.

Kemunculannya di depan jutaan penonton Indonesia tidak semena-mena ia dapat dengan mudahnya. Saya mengenal Edy Kopi disaat ia ‘bukan siapa-siapa’ di dunia entertainer. Ia pernah menjadi MC ‘gratisan’ yang hanya dibayar dengan ucapan terimakasih, dan profesinya hanya mencari event dari mall ke mall. Selain rambut ala punk rock, ada ciri lain yang menjadi identitas dirinya, yakni ia hanya memiliki handphone yang selalu diikat karet gelang sebagai penyanggah battrey, hanya itu harta satu-satunya yang ia miliki sebagai alat komunikasi dengan beberapa teman Event Organaizer, panitia acara yang selama ini ia kenal dan tempatnya menyambung hidup, mendulang nafkah.
Setelah sekian lama saya berpisah dengannya, nyaris hilang komunikasi dan kami sama-sama sibuk dengan aktifitas masing-masing. Ada hal yang mengejutkan saya, tiba-tiba seorang Edy Kopi sudah muncul di salah satu TV swasta. Bagi saya yang mengenalnya, cukup bangga dengan apa yang sudah ia capai, kesulitan hidup mengajarkannya untuk mampu berpikir kreatif.

Kisah Handphone Karet-nya
Handphone saya berdering, terlihat ada nomor baru yang muncul dan tidak tertera nama-nya di phone book. Dengan suara parau dan kental logat jowo-nya, terdengar tidak asing di telinga, menyapa saya dengan dua huruf, ‘Al’ hanya beberapa orang saja yang memanggil saya demikian. Sudah bisa saya tebak itu suara Edy, seorang MC yang saya kenal delapan tahun lalu dan menghilang.

Jejaring sosial yang menyambung silaturahmi kami kembali, mas Edy mengajak saya untuk ‘kopi darat’ sampai akhirnya kita dapat melepas rasa yang tertahan, air mata haru untuknya karena sedikit banyak saya tahu siapa seorang Edy kopi walau tidak intens. Yang pertama saya ucapkan selamat atas pencapaian titik pencarian selama ini, hingga akhirnya jutaan masyarakat Indonesia mengenal wajah seorang Edy kopi.
Mata ini jalang, melihat perubahan sosok pria yang kini sudah ada di hadapan saya. Tapi ada yang aneh, dia tidak lagi mengenakan handphone karetnya. Panjang – lebar ia bercerita prihal handphone-nya yang ternyata ia berikan untuk seorang sahabatnya yang sampai detik ini tak ada kabar-berita.

“Saat itu aku tidak punya apa-apa untuk membantu dia, yang tersisa hanya handphone itu saja. Yah tak berikan saja, karena ia harus ke Aceh. Saat itu Aceh lagi tsunami, entah ia masih hidup atau tidak sekarang ini, aku ndak tau Al…”

Saya Belajar Ikhlas dari Seorang Edy Kopi

Simak juga surah Al Baqarah, ayat 261 :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dan simak juga hadits yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khathab ra, ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya dan tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka ia akan mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasulullah…..”(HR Bukhari-Muslim)

Dua dalil tersebut mengajarkan kita bahwasanya Allah akan membalas setiap kebaikan yang dikerjakan oleh hamba-Nya, walau sebesar biji sekalipun maka ia akan melipatgandakan kebaikan yang sudah kita kerjakan tanpa mempertimbangkan dampak baik dan buruk dari apa yang sudah kita berikan. Dan dia akan melipatgandakan setiap butiran kebajikan yang dilakukan anak manusia, serta melipatgandakan pahala dari segala tindak-tanduk hamba-Nya yang meyakini sepenuh hati bahwa Dia-lah yang maha kaya bagi mereka yang memang tengah menghadapi sebuah cobaan hidup. Pahami-lah apa pun yang terjadi, tidaklah mungkin Allah menciptakan air mata tanpa adanya senyum simpul kebahagiaan. Dan tidak-lah Allah memberikan kita sebuah jalan buntu, seiiring itu juga Ia tuntun hamba-nya, menuju pintu keluar yang sebenar-benarNya ia berikan.

Dan hal ini menjadi kado istimewa bagi seorang Edy Kopi, yang ia sendiri pun tidak tahu bahwasanya Allah melipatgandakan kebaikan yang ia lakukan dengan penuh keikhlasan, tidak ada keraguan-keraguan yang timbul dari hati-nya yang begitu mudah memberikan harta yang dinilai penting bagi lelaki berpostur tinggi dan terlihat ramping ini, karena Edy juga membutuhkan barang tersebut. Karena pada kenyataannya, Allah membuktikan firman-Nya dengan memberikan balasan lebih dari sebuah handphone yang diikat karet gelang milik Edy Kopi, dan melipat gandakan kebajikannya.