Surat Hitam Untuk Sang Mantan

Ytt :
Mantan-ku
dipelukan kekasih barunya kelak

Salam…

Mungkin kamu sekarang anggap ini adalah empedu, tetapi kelak kamu akan bangga bagaimana aku ajarkan kamu, APA ITU TAKDIR!!!

Mungkin saat ini kamu bersedih, menangis sejadi-jadinya tanpa kamu sadari ada MA’RIFAT RASA yg nantinya kamu temukan dan aku titipkan. Jadilah, wanita yang hebat, berkali-kali aku sampaikan dengan penuh kelembutan. ” Jangan…jangan air mata-mu menjadi senjata untuk meluluhkan hati lelaki, sebab cinta bukan untuk MENGEMIS KASIH, justru aku ajarkan kamu bahwa CINTA itu YANG MENGUATKAN kita, bukan MELEMAHKAN, bahkan MELUMPUHKAN-MU.Bukan-kah engkau tau, senjata orang MUKMIN itu adalah do’a, bukan meratapi nasib mu dalam tembok peratapan.

shan Shine

Simpan keluh-mu itu dalam dzikir, tanpa kamu sadari tak perlu menghujat takdir-mu sendiri. Pahamilah sayang, semua orang punya masalah hidup yang LEBIH PERIH, sekalipun air mata-mu berganti darah tetaplah hidup akan terus…terus dan terus di jalani. Naskah hidup akan tetap tertulis dalam LAHUL MAHFUDZ. Tersenyumlah hadapi kesedihan, toh pada kenyataanya KAMU MENANGIS, tetap saja tak akan berubah. Tetapi aku tak melarang-mu untuk menangis, mungkin seperti itu cara-mu menunjukan KELEMAHAN, ketidak berdayaan. Tetapi sayangku, apa dengan menangis MASALAH itu selesai? Apa dengan kamu menjerit sejadi-jadinya keadaan bisa berubah??!! Pahamilah, kamu harus menjadi WANITA HEBAT, yang menantang takdir hitam-mu dengan SENYUM, ingatlah, masa lalu-mu jangan kau jadikan karma. Jangan..jangan sayaang…menghukum keadaanmu sendiri dengan masa lalu mu yang hitam. Bingkai indah semua itu dalam ibadah-mu, dzikir dan do’a mu.

Mantanku…
Jika kamu kelak ingin mencari penggantiku, carilah ia yang disaat kamu dekat dengannya, kamu merasakan KENYAMANAN dan disaat kamu jauh, kalian percaya satu sama lain. Bukan curiga dan berburuk sangka, pahamilah tidak semua PRIA sama, mereka punya cara sendiri bagaimana memperhatikan, bagaimana ia mencari tahu kabar tentang kamu. Bantulah USAHA-NYA dengan do’a, jangan buat ia gelisah dengan sikapmu, tuduhan-tuduhan yang kau sandarkan kepada-nya. Percayalah pada Allah dan titipkan ia kepada-Nya, memang mata ini terbatas pada ruang, tetapi tidak dengan PENGLIHATAN TUHAN. Jika kamu sudah merasa mantap menitih jalan dengan-nya, percayakan kepadanya untuk menjadi NAHKODA-mu, tetap-lah kamu mencari bagian lain yang bisa kamu kerjakan.

Sayang…
Maafkan, maafkan aku hanya manusia akhir zaman yang banyak sekali kelemahannya, banyak sekali kekurangan dalam menata diri dan memperindah tingkah dan akhlaknya, justru hadir-mu seharusnya menjadi penyempurna akhlak dan sikap-nya. Tegur ia dengan kelembutan, dan nasihat-nasihat indah-mu. Jangan…jangan sekali-kali kamu menghakiminya, sebab justifikasi hanya-lah milik Allah, pintalah kepada-Nya petunjuk hidayah yang mampu membolak-balikan hati seseorang.

Ingat! Di saat kamu merindu kan aku, amalkan surat Ar-Rahman, dan ketika kamu terhimpit masalah hidup, basahi bibir-mu dengan Assajadah, dan disaat kamu mencari jalan keluar, sertakan surat Al-Mulk. Mudah-mudahan Allah mampu menghapus sedih, gelisah dan gundah-mu.

Akhirnya, lembaran ini menjadi penuntun pinta-mu yang kamu anggap selama ini tak pernah ada. Sekaligus pelengkap maafku, Hanya di sinilah tempatku berbagi. Aku hanyalah lelaki akhir zaman yang jauh dari kata sempurna. Aku titipkan do’a ini untuk-mu….

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwalaka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awis ta’ tsar ta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robbii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

Santun Kata untuk-Mu
dari Aku yang pernah ada dalam hidupmu
Bandung, 09 Mei 2014