Hikmah Di Balik Menangis

Menangislah…
Andai itu menjadi satu isyarat…
Andai itu menjadi satu motivasi dalam hidup mu

Menangislah…andai itu mampu membuatmu tegar dalam mengatasi segala macam cobaan hidup.

Menangislah…Andai itu menjadi satu motivasi hidup, andai sebagai itu wujud ekspresi, apresiasi bahwa tidak mudah mengatasi segala bentuk hidup, banyak masalah, cobaan, yang silih berganti.
Semua memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan bagaimana sakitnya hati, bagaimana mengatasi bentuk persoalan yang menjadi warna-warni dalam kehidupan.

Menangislah, andai itu menjadi satu isyarat bahwa kita adalah manusia biasa yang tak mampu mengatasi segala macam hal, cobaan dan warna-warna kehidupan. Tanpa adanya sandaran dalam hidup.

Menangislah…
Andai itu menjadi satu bahasa, bahasa pencapaian kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai penghantar bahwa itu sebagai bahasa ibu, untuk mengapresiasikan-mengapresiasikan wacana hidup.
Sebab dengan menangis adalah satu motivasi diri, menjadi protein diri agar kita terus maju, menjadi penilaian hidup dan motivasi.

Menangislah,…Andai itu menjadi satu fenomena, menjadi satu penghantar realita hidup sebab dengan begitu hati akan beda, nafas akan lapang dan jalan akan mudah.
Menangislah,…Andai kata itu menjadi bagian dari kata tegar, andai itu teurai dalam doa, nada, dan irama dalam harmonisasi kehidupan.

Menangislah,…andai itu sebagai isyarat bahwa engkau mampu mengatasi hidup, andai engaku mampu menjadi yang terbaik dalam hidup mu, menjadi manusia seutuhnya tanpa ada tekanan dalam hidup.

Menangislah,…andai kata itu aksara dalam kehidupan dan realita yang ada, sebab menangis adalah pengantar bahwa engaku tetaplah tegar, menangis adalah sebagai wacana bahwa engkau benar-benar lemah. Tuhan pun sangat sayang dengan apa yang kita curahkan, yang Tuhan pinta hanyalah untuk berdoa kepada-Nya. Dengan menangis sebagai isyarat ,pengantar dalam doa dan hidup anda.