Ada Nasihat Pada Kematian

Bercermin pada HAMPARAN LANGIT, sperti itulah arti MEMAAFKAN…

Sssst…coba dengar suara RIUH dan Gemuruh derasnya air. Tak mungkin air beriak itu DALAM.

BELAJARLAH pada malam…
Dia begitu setia dengan keheningan.

Daaaaan lihaaaaat JAM yg menempel pada dinding kamar…
Detik dan detaknya terus bekerja.
Laluuuuu…MENGAPA TUHAN BERSUMPAH pada ‘ASHR’ ???
Ada jedah diantara HIDUP DAN KEMATIAN…Dan kerugian!!!

Pada KEMATIAN ada nasihat….
Tentang kebenaran dan keadilan TUHAN. Illa ladzi…

Yang mencari TUHAN NYA dengan cara meraka…sekalipun tersesat, tersesatlah dalam kebenaran TUHAN MU….
“Aku dekat, sedekat denyut nadimu…”

Bersyahadat-lah…”Bahwa Tiada Tuhan Selain Cinta…” dengan 1001 asmaNya, dalam dirimu….

Tuhaaaaanku…..
Yang MAAFNYA LEBIH DAHULU dari pada Amarah-Nya. Aku mencari Mu…mencari diantara SUJUD dan Tahiyatul akhir…

Tuhaaaaan….Tuhaaaaaan…!!!Aku sudah temukan Diri-Mu, ‘Engkau bersemayam di gumpalan daging dalam diri ini….Yaaaaaaaah, Hati dan bisikan kebaikan serta keburukan yang sampai akhirnya akal ini MENYERAH…lisan bergetar….”Tuhaaan…Tuhanku kini aku tak berdaya dalam zat Mu.” Aku hilang….Hilang dalam MAKSUDI…RIDHO YANG MAKTUB…ajari…ajari aku tuk JATUH CINTA pada Mu…..

Bandung, dicelah ruang tanpa cahaya…111114.

View on Path