‘Kelak’ Masjidil ‘Haram’ pun Digusur

image

Usai APEC, Investasi Masuk Indonesia Sebesar 27,4 Miliar USD

The Independent: Tempat Kelahiran Nabi (saw) Akan Digusur Istana RajaOleh Muhammad — Rubrik Timur Tengah— November 13, 2014 — Print 

London, LiputanIslam.com – Surat kabarThe Independent Rabu (12/11) membuat laporan tentang penghancuran situs sejarah Islam di Mekkah dengan judul “Mekkah Terancam: Kebiadaban Rencana Penghancuran Tempat Kelahiran Nabi Muhammad (saw) dan Pengubahannya Menjadi Istana Baru dan Mal-Mal Mewah”.

Laporan yang dibuat oleh Andrew Johnson itu menyebutkan, “Situs di Mekkah yang dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad (saw) akan ‘terkubur di bawah marmer’ dan digusur dengan istana raksasa kerajaan. Pekerjaan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan bernilai milyaran Poun Sterling di Kota Suci yang sejauh ini telah menimbukan kerusakan pada ratusan monumen bersejarah.”

Surat kabar yang berbasis di Inggris ini juga menyebutkan, “Arab Saudi dikuasai Islam versi Wahabisme yang serba kaku, yang melarang pemujaan terhadap obyek apapun atau ‘manusia suci’ karena dianggap sebagai praktik syirik.”

Mengutip laporan PressTV yang berbasis di Iran, The Independent menambahkan bahwa penghancuran situs-situs sejarah ini didukung oleh Mufti besar Arab Saudi, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh. Dia mengatakan bahwa penghancuran itu diperlukan dan karena itu pemerintah Saudi seharusnya diapresiasi karena telah memperluas kapasitas Masjidil Haram.

image

Cetak biru pengembangan kota suci Mekkah al-Mukarromah

Ruangan-ruangan Rumah Kelahiran Nabi Muhammad (saw), lanjut The Independent, terletak di bawah tanah, dan di atasnya telah dibangun perpustakaan pada tahun 1951 sebagai cara untuk melestarikannya. Namun tempat itu sekarang sudah ditutup bagi para peziarah, dan di bangunan terda peringatan bagi para jamaah supaya tidak berdoa di tempat itu.

“Tidak ada bukti bahwa Nabi Muhammad saw dilahirkan di tempat ini, karena itu tidak boleh tempat ini dijadikan sebagai tempat khusus untuk berdoa, memohon atau mencari berkah,” kata Mufti Saudi.

Mengutip keterangan Dr. Irfan Alawi dari Gulf Institute yang bermarkas di Washington, Andrew Johnson menyebutkan bahwa 95 persen bangunan dan tempat bersejarah yang berusia ribuan tahun sudah dihancurkan dan digusur untuk dijadikan hotel-hotel, apartemen dan pusat-pusat perbelanjaan yang megah dan mewah.

Selain itu, operasi pengembangan di kota suci Mekkah belum lama ini juga telah menghancurkan tiang-tiang berusia 500 tahun oleh dinasti Ottoman untuk melestarikan peringatan peristiwa Isra’ Mikraj Nabi Muhammad saw.

Johnson mengatakan bahwa tahap baru pengembangan meliputi pembangunan istana baru Raja Saudi yang yang akan didirikan di lokasi yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad saw.(mm)

 

Copyright © 2014 — Liputan Islam. All Rights Reserved.Designed by WPZOOM