Status Sosmed dan Kebencian ALLAH

Mengamati perkembangan dumay ( Kalo diistilahkan sekarang, Dunia Maya. Red) berjajar mulai dari facebook, twitter, whatsup, Line, path, dan kawan-kawannya. Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.

Selain Twitter, jejaring sosial lain yang dikenal di Indonesia adalah Path dengan jumlah pengguna 700.000 di Indonesia. Line sebesar 10 juta pengguna, Google+ 3,4 juta pengguna dan Linkedlin 1 juta pengguna. Jumlah yang fantastis bukan? Dan Indonesia pun masuk ke dalam lima besar pengguna twitter. Tidak terbayangkan jika friend di account FB bisa mencapai ribuan, maka kemungkinan 15 % dari mereka tengah membaca status dari apa yang kita tulis.

Subhanallah, jika status kita baik dan memberikan pembelajaran maka berapa banyak friend yang meng-Amini segala kebaikan tersebut. Namun, jika apa yang kita tulis dan share membawa ke-mudhorotan maka sebanyak itulah orang akan membenci kita, na’udzubillah min dzalik. Terlebih yang memicu syahwat, mengumbar aurat dan kebencian-kebencian terhadap salah satu dari mereka, dan biasanya si pemilik account selalu menuliskan status-status yang ambigu sehingga membuat orang terkecoh bahkan berfikir buruk dengan apa yang kita tuliskan, maka sebanyak itulah dosa yang kita tanamkan, diluar hujatan, fitnah yang kita sebarkan tanpa fakta dan bukti yang jelas.

Berhati-Hatilah dalam Setiap Perkataan Dan Apa yang Ditulis

Dan bicarakanlah tentang membuat KEBAJIKAN dan TAKWA. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” [QS. Al Mujadilah : 9]

Selaras dengan itu Allah pun berfirman ;

” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. [QS. Al Isra’ :53]

Bayangkan, jika apa yang kita tulis dan ucapkan mengandung fitnah berapa banyak orang yang telah kita racuni pikirannya? Berapa banyak kata yang sudah kita umbar untuk membenci, menghasut, menghina, menuduh, menilai dan menghakimi seseorang?!

Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. [QS. Fushilat :20-22]

Tak ada satu katapun yang terucap, dan setiap kata-kata yang tertulis dalam status- statusmu dan komentar-komentar di Facebookmu, jika tanda ‘like’ itu tersemat dalam status kita maka sebanyak itu pula menandakan bahwa mereka meng-IYA-kan apa-apa yang belum tentu kebenarannya, seluruh tulisan, artikel, gambar dan catatanmu melainkan Allah mengetahuinya dan dicatat oleh para malaikat sebagai sebuah kebaikan atau keburukan bagimu. Apakah ini semua hanya sebatas eksisitensi? Pengakuan?! Dukungan?! Popularitas yang semu?! Atau cara kita mencari ketenaran, membuka aib saudara kita?! Menyebarkan benih-benih kebencian? Atau apakah seperti ini cara kita menghabiskan waktu?!

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan:

“Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

“Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).

Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang senada dengan hal itu ;

Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”(Al Jawabul Kafi, 109)

Bukan saja dengan keburukan yang kita sebarkan, melainkan kebaikan sendiri pun Allah akan meminta pertanggung jawabannya, dengan apa yang menjadi ucapan kita. Jika amalan kita tidak sejalan dengan apa yang kita ucapkan, maka kebencianlah yang Allah hadiahkan untuk kita.

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” ( Q.S. ash-Shaff (61):2-3 )

Jadi, berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan dan tuliskan maka seketika itu segala amalan akan tercatat semua. Memang account sosmed yang anda punya menjadi rumah kesekian, tetapi alangkah indahnya jika rumah tersebut dihiasi dengan hal-hal yang indah maka akan indah pula dipandang orang. Jadikan media sosmed sebagai ajang menyebarkan kebaikan bukan mengumbar keburukan.

Hapus-lah segala caci dan makian dengan do’a, hapuslah fitnah dengan perkataan yang baik dan santun, hapus juga kebencian dengan pengharapan, sebab kesemua ini menjadi penilaian di mata Tuhan. Jangan anda mengumbar aib saudara kita sendiri, meminta dukungan orang lain untuk membenci sesama, tanamkanlah segala kebaikan dan kebajikan niscaya Allah akan membalasnya dengan kebaikan pula. Simpanlah kabar buruk tentang kita, rawatlah kesemua itu dalam bentuk ibadah, bukankah itu lebih baik?! Jangan ‘menelanjangi’ orang lain bahkan orang-orang terdekat kita dengan status-status yang tidak dapat dipertanggung jawabkan dan tidak diketahui untuk siapa status itu kita tujuh. Akhir kalam, semoga Allah merahamati kita semua dengan segala kebaikannya ila yaumil akhir….( Wallahu’alam Bi Showab….Alfakir Hasan Al Bana )