TERIMAKASIH PENDERITAAN

Wahai Kawan Senasib….

Mungkin kita terlalu dinina-bobo-kan dengan kata ‘ENAK’ tanpa melihat arti sebuah proses.

Mulut ini ringan berucap, “Hidup anda sudah ENAK dibandingkan apa yang saya alami.”

Mulut ini ringan berkata,”Jadi anda ENAK yaaaah, miliki fasilitas mewah, jabatan owner disebuah perusahaan besar, uang yang tak berseri angkanya.”

Mulut ini mudah berucap, “Waaah, dia mah Enak punya mobil mewah, jadi nggak seperti kita yang kepanasan dan kehujanan.”

Lidah ini semakin nyaman dengan ucapan,”Posisi dia maaah ENAAAK, biasaaa penjilaaaaat!!! Cari muka, makanya cepat naek jabatan.”

Sadarkah kita….!!!

Apa yang mereka dapatkan hari ini adalah KEADAAN dia di masa lalu. Apakah anda ikut merasakan bagaimana menjadi ‘Dia’ yang kita beri gelar ‘ENAK’ harus bersusapayah membangun bisnis dan usahanya, jatuh dan bangun, terkadang DIA meneteskan air mata disaat terjatuh tanpa ada SAHABAT YANG MEMBELA, tanpa ada SESEORANG yang membangkitkannya untuk tetap melangkah dan berdiri tegak!!!

Wahai Kawan Senasib…

Apakah kita merasakan seperti dia yag anda anggap ‘Posisinyaa Enak dan dianggap Penjilat’ yang harus dihantam FITNAH, dicemooh, dan disaat anda tertidur pulas ia terus berkutik dengan lembaran kerja lewat tengah malam, setelah itu HASIL KERJANYA DINILAI BURUK, tetapi dia terus dan terus memperbaikinya serta mau belajar dari kesalahannya. Hingga sampailah dia diberikan kepercayaan dari si pemilik perusahaan, apa masih pantas anda anggap DIA ITU PENJILAT??! APA masih pantas anda sebut DIA CARI MUKA??Sedangkan dia habis-habisan merintis karirnya….

Wahai Sahabat Senasib….

Pernakah kita merasakan bagaimana seorang yang kita anggap ENAK dengan Mobil mewahnya itu harus berjalan kaki puluhan kilo meter, dan dia terus bersyukur hingga TUHAN mempercayai dirinya untuk MEMILIKI MOTOR BUTUT, tetapi dia yang kita anggap enak dengan mobil mewahnya terus menjaga apa yang sudah TUHAN BERIKAN sekalipun hanya motor butut, hingga akhirnya TUHAN terus tambahkan kepercayaannya, apa yang ia miliki dibeli dari keringatnya sendiri, bukan karena gengsi dan ingin dilihat sebagai PESOHOR. Yah, karena TUHAN PERCAYA bahwa DIA yang kita ANGGAP ENAK dengan mobil mewahnya memiliki MUTIARA SYUKUR yang tidak kita miliki.

Masih beranikah mulut anda berkata, “ENAK” Sedangkan kita hanya mencibir tanpa mengenal, tanpa mau tahu PROSES yang sudah mereka alami, yang sudah mereka jalanin. Air mata, keringat yang sudah mengkristal, keletihan yang mereka sudah alami, jatuh dan bangun dalam merintis usaha yang ia tekuni.

Belajarlah….
Dari mereka yang kita sangka ‘ENAK’ untuk menghargai arti proses, tidak mungkin kita merasakan Jok mobil itu enak tanpa kita lewati masa-masa letihnya berjalan kaki, hujan kehujanan dan panas kepanasan.

Belajarlah…
Apa yang mereka miliki hari ini semata-mata dari usaha, pengkristalan keringat, dan pengurangan waktu istirahat. Hingga apa yang mereka dapatkan adalah REWARD dari apa yang sudah mereka kerjakan di masa lalu, ketika yang lain asik menyia-nyiakan waktu, ketika yang lain asik tertidur nyenyak tetapi ia terjaga hanya demi ‘Takut tidak maksimal kerjanya’ atau meminimalisir kalau nanti atasannya MURKA karena progres kerja yang tidak maksimal.

Jadi, belajarlah untuk BERTERIMAKASIH atas penderitaan dari kesulitan itu lah kita dididik untuk kreatif….
( EmHa Al Bana )