Jadilah BOS yang Disayang Tuhan

Peranan karyawan di dalam sebuah perusahaan bukan saja semata-mata menjadi ‘mesin uang’ atau robot bagi satu perusahaan.

Karyawan merupakan akar dari tegak dan kokohnya sebuah pohon. Semakin tinggi pohonnya, maka harus kuat akar yang menjadi penopang. Untuk mendapatkan akar yang kokoh maka diperlukan nutrisi yang baik bagi akar tersebut.

Seperti itulah jika diilustrasikan arti sebuah perusahaan yang tak lain karyawanlah yang mendominasi arti sesungguhnya sebuah perusahaan.
Nasib perusahaan tersebut ditentukan bagaimana sejahteranya karyawan.

Seorang pemilik atau pemimpin perusahanlah orang pertama yang telinganya paling peka akan ‘suara perut’ karyawannya. Jangan biarkan seorang karyawan harus mencari kerjaan lain yang akhirnya berdampak kepada tidak konsentrasinya bercabang lantaran penghasilan yang ia dapatkan diperusahaan tempat ia bekerja tidak sebanding dengan apa yang menjadi hak karyawan.

Bagaimana seorang bos bisa mendapatkan progress kerja yang maksimal, jika mereka dirong-rong dengan urusan ‘bakul nasi’ dikarenakan karyawannya sendiri tidak menemukan arti kesejahteraan.

Tuntutan perusahaan dan tingkat underpreseur yang tinggi sampai akhirnya tingkat ke-stress-an kerja semakin meningkat. Sedangkan kebutuhan serta kewajiban si karyawan untuk memenuhi kewajibannya sebagai kepala dan tulang punggung keluarga. Apakah perusahaan ini bisa berkembang? Jika tingkat kecukupan penghasilan seorang karyawan tidak dipikirkan. Wajarkah jika seorang karyawan berusaha mencari penghasilan sampingan? Penghasilan tambahan dari apa yang sudah ia dapatkan dari perusahaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah mereka upayakan?!!

Disinilah peranan seorang pimpinan untuk mengetahui keadaan serta kondisi karyawannya. Bukan saja mengejar-ngejar progres…progress…dan progress kerja semata, memeras ‘santen’ karyawannya setelah menjadi ampas, dibiarkan begitu saja.

Jadilah seorang pimpinan yang bijak, peka dengan kondisi serta nasib karyawan yang bersandar di bahu perusahaan, berikan hak mereka, sejahterkanlah, jika perusahan loyal dan royal kepada karyawannya, menutup kemungkinan kecil karyawan untuk mencari-cari kerja sampingan yang nantinya berdampak tidak konsentrasinya mereka dan bisa jadi loyalitas mereka pun akan hilang terhadap perusahaan. Bukankah ini berdampak buruk bagi perusahaan?!

Jadilah bos yang disayang tuhan, bos yang paling peka dengan masalah perut karyawannya. Bos yang memahami hak serta kewajibannya secara adil, bos yang tidak bertindak semena-mena dengan karyawannya. Dengan begitu bukan saja Tuhan yang sayang dengan anda, karyawan pun akan mencintai anda. Dan merasa memiliki perusahaan yang kita kembangkan.

image