Black Hand, Dibalik Hilangnya Airasia QZ8501

Beredar luas, di dunia maya tentang seorang bloger asal China yang berulang kali memperingati untuk tidak menggunakan Airasia jika ingin berpergian.

Sebuah situs China menjelaskan, sebagai berikut….

image

Minggu, (28/12/14) sebuah kejadian yang tak disangka-sangka kembali terjadi. Hilangnya kontak pesawat AirAsia QZ8501, yang terbang dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Singapura. Kontak terakhir dengan menara kontrol di Jakarta, tercatat pada pukul 06.17 WIB dan semenit kemudian sudah menghilang.

Penyebab hilangnya pesawat tersebut masih belum diketahui secara pasti. Tentu saja, hal ini mengingatkan kita akan kejadian serupa yang menimpa MH370 yang sampai saat ini entah dimana rimbanya. Berbagai spekulasi pun mulai mencuat. Faktor cuaca, kesamaan dengan MH370, bahkan sampai ada juga yang berspekulasi ISIS ada dibalik kejadian ini.

Yang menarik, ada sebuah peringatan oleh seseorang di Forum China yang kini ramai dibicarakan di situs Reddit. Tepat 13 hari sebelum kejadian hilangnya pesawat AirAsia QZ8501, seseorang tersebut telah memberi peringatan agar tidak menggunakan pesawat AirAsia. Ini terkait dengan teori konspirasi yang sebelumnya juga ramai dibicarakan. Ya, kalau sudah berbau konspirasi memang cukup sulit. Jadi coba kita baca kembali peringatan yang diberikan oleh seseorang dengan akun LandLord di forum bbs.tianya.cn.

Diceritakan kembali oleh seorang pengguna Reddit bernama lolrus_bukkit, peringatan sang pengguna forum di China itu jelas isinya, yaitu pihak yang telah menjatuhkan MH370 juga sedang mengincar Airline Malaysia lainnya. Tujuannya untuk menghancurkan industri penerbangan Malaysia atau semacamnya, dan itu semua ada kaitannya dengan US.

Postingan original di forum China tersebut, tertanggal 15 Desember 2014 dan banyak komentar yang mengatakan bahwa LandLord itu gendeng. LandLord sempat melakukan peringatan terus menerus, dan berhenti beberapa hari kemudian hingga tak ada postingan apapun, dan terjadilah kejadian hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.

Posting asli berbahasa China,

kemudian di translate oleh salah satu pengguna Reddit, dan dengan modal pas-pasan, daku coba kembali mentranslate ke dalam bahasa Indonesia yang mungkin saja banyak kesalahan.

Teori Konspirasi Hilangnya AirAsia

Black hand, (metafora untuk sebuah organisasi bayangan yang melakukan pekerjaan di balik layar) telah membajak dan menembak jatuh MH370 dan MH17. Kejadian ini cukup melumpuhkan salah satu maskapai penerbangan besar ke-6 dunia, Malaysia Airline. Sekarang, Black Hand sedang menargetkan AirAsia untuk merusak maskapai tersebut, yang juga milik Malaysia. Mengingat betapa dahsyatnya Black Hand, saya sarankan agar semua orang Tiongkok menghindari perjalanan dengan AirAsia, sehingga anda tidak menghilang (mengalami kejadian serupa) seperti yang terjadi pada MH370.

Anda bisa bahagia berlibur, bekerja, atau berlayar di atas kapal, tetapi jika anda pergi menggunakan Malaysia Airline atau AirAsia, kau akan mati, hati-hati. Katakan pesan ini kepada teman-teman anda untuk menghindari Malaysia Airline dan AirAsia.

Seseorang kemudian bertanya “Bagaimana kau tahu ini?”. Kemudian anggota forum lain juga ada yang menertawakan peringatan tersebut.

LandLord (user forum tersebut) kembali mengatakan peringatan seolah tak menghiraukan pengguna forum lainnya.

“Anda semua warga sipil, bisa menghindari (maskapai tersebut). Anda masih bisa bersembunyi, semua orang yang melihat posting ini masih bisa menyelamatkan diri. Setelah semuanya reda, akan aman melakukan perjalanan ke Malaysia. Jangan menjadi korban, menghindarlah.”

Setelah beberapa olok-olok, LandLord kembali mengulangi peringatannya.

“Jangan menjadi korban, bersembunyilah dan hindari Malaysia Airline dan AirAsia, dan kehidupan yang berharga, serta keamanan anda adalah yang terpenting.”

Kemudian, ia melanjutkan “Ini adalah pesan untuk menyelamatkan jiwa. Jika anda bepergian tidak menggunakan Malaysia Airline dan AirAsia, jangan abaikan ini. Setelah terjadi, anda akan menemukan peringatan ini sudah terlambat.”

Lagi, Landlord mengulangi peringatannya.

“Jangan menjadi korban, pergilah bersembunyi dan hindari Malaysia Airline dan AirAsia dengan kehidupan yang berharga, dan kemanana anda adalah yang terpenting.

Ketika banyak mengolok-olok, LandLord hanya membalas “Curigalah terhadap AS”.

Ia terus mengatakan bahwa peringatan itu penting, dan orang perlu mendengarkannya. Tetapi ada juga anggota forum yang mempercayai dan memilih menghindari maskapai tersebut. Setelah tanggal 17 Desember, LandLord tidak mengatakan apa-apa lagi.

Dalam sebuah komentar, ada pengunjung yang mengatakan bahwa kata “LandLord” adalah sebuah kesalahan penerjemahan yang dalam arti sebenarnya adalah “OP”.

Sang pembuat diskusi, lolrus_bukkit kemudian juga menginformsikan bahwa ada informasi dari berbagai situs China, bahwa orang yang memberi peringatan tersebut adalah seorang intelejen China, atau seorang hacker yang berhasil mendapatkan informasi sensitive dan berusaha menyelamatkan orang-orang.

Entah benar atau tidak, tetapi hingga kini nasib AirAsia QZ8501 belum juga pasti. Tentu saja kita semua turut berduka, dan turut berharap agar nasibnya tak menyusul MH370 yang tak diketahui bagaimana endingnya.

Untuk posting yang lebih akurat, silahkan menuju ke link sumber dan via yang kami sertakan dibawah.

Di luar semua perbincangan soal teori konspirasi yang beredar di internet, mari kita berdoa semoga AirAsia QZ8501 dapat segera ditemukan.

Dari Sumber Lain Menjelaskan :

Menu

Mysterious Thing • Crop Circles • UFO • Alien • Archeology • Science • Universe • • • • • • • • • • • •
http://www.IndoCropCircles.wordpress.com

Misteri Jatuhnya AirAsia QZ 8501 Rute Surabaya-Singapura
missing airplane header

Misteri Jatuhnya Pesawat AirAsia QZ 8501 Rute Surabaya-Singapura

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute 03artikel yang masih berlanjut updated

Penerbangan Misterius: Hindari awan tebal, pilot AirAsia QZ 8501 lapor dan memutuskan untuk belok ke kiri, tapi kenapa sinyal terakhir saat hilang justru pesawat itu belok ke kanan?

Hal yang aneh pula, jika ELT (Emergency Locator Transmitter) yang dibuat tahan banting dan tahan dalam banyak kondisi yang ada di AirAsia QZ 8501 tidak menyala. Padahal alat navigasi darurat itu dalam keadaan ekstrim tak mudah rusak, baik oleh impact keras, terkena api ratusan derajat maupun dialam bersuhu dingin ekstrem hingga jatuh ke dalam laut lebih dari 500 meter, ILT masih dapat berfungsi dengan baik.

Seorang blogger misterius dari Cina telah mempresiksi kecelakaan yang akan menimpa AirAsia sejak 15 Desember lalu. Orang-orang diperingatkan untuk tidak memakai maskapai Malaysia apapun, dan terbukti tak ada satupun warga Cina dalam penerbangan itu.  Pengguna misterius ini telah membuat total 39 postingan pada subjek prediksinya (29/12/2014) dan telah dilihat oleh lebih dari  2.400.000 orang!

blackhand behind AirAsia QZ8501

Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 (QZ8501/AWQ8501) dikabarkan hilang kontak pada hari Minggu 28/12/2014 pagi. Pesawat jenis Airbus 320-200 tersebut terbang dari Surabaya dan berencana menuju Singapura.

Pesawat ini lepas landas dari Bandar Udara Internasional Juanda pada pukul 05:35 Waktu Indonesia Barat (UTC+7) dan dijadwalkan untuk mendarat di Singapura pada pukul 08:30 WSS (UTC+8). Pesawat kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara pada pukul 07:00 waktu setempat saat sedang terbang di atas laut Jawa.

Data Teknis AirAsia Penerbangan QZ 8501

Technical :

AirAsia PK-AXC-AirAsia-Airbus-A320-200
Registration number: PK AXC

Owner: Indonesia AirAsia (October 2018)
Type: Airbus A320-216
Flight number: 8501 (QZ8501/AWQ8501)
Registration number: PK AXC
ModeS: 8A017B
Manufacturer Serial number (MSN): 3648
Engine Power: CFM 56-5B
Flight hours: 13,600 (approx 23,000 hours)

Route:

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute 04
Penampakan terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 PK-AXC jurusan Surabaya – Singapura.

Last Route: Surabaya / SUB (East Java) to Singapore / SIN
Boarding: SUB 04.40 LT (Local Time)
Departure: SUB 05.20 LT (Local Time)
Taking off: Juanda SUB 05:35 LT (Local Time)
Plan to arrive: SIN 08.30 LT (Local Time)

Current report:

Status: Missing
Prediction missing location: Java Sea, between Belitung Island and Borneo
– Location #1: Teluk Kumai, Kalimantan Selatan (Kumai Bay, South Borneo), Coordinate: 03°05′29.4″S ; 111°16′55.4″E (via satellite).
– Location #2: Antara P. Belitung dan Kalimantan Selatan (between Belitung Is. and South Kalimantan), Coordinate: 03° 24′ 66″S ; 109° 36′ 82″E (via satellite).

penumpang AirAsia QZ8501Manifested:

Passenger manifested: 177
No shows: 23

Boarded:

Passengers boarded: 155 (128 adults, 16 childs and 1 baby)
Nationality: 149 Indonesia, 1 Malaysia, 1 Singapore, 3 South Korea and 1 United Kingdom.

Crews boarded: 7 (2 cockpit crews and 5 cabin crews)
Captain: Irianto /6,100 flying hours (Indonesia)
Flight officer: Remi Emmanuel Plesel / 2,275 flying hours (France)
Flight Engineer: Saiful Rakhmad (Indonesia)
Senior Flight Attendant: Wanti Setiawati (Indonesia)
Three Flight Attendants: Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano & Wismoyo Ari Prambudi (Indonesia).
Total person: 162  boarded

Bags:
Total bag checked: 106 collies
Total bag weight: 1,305 kg

PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200 01

AirAsia menuju Singapura diduga hilang kontak di sekitar Teluk Kumai, Kalimantan Selatan

Sebelum hilang dari radar, pilot pesawat meminta rute yang tidak biasa sebelum kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Menurut informasi Basarnas dari petugas ATC Bandara Soekarno Hatta Jakarta, koordinat terakhir kontak pesawat pada 03°05′29.4″S ; 111°16′55.4″E (lihat kordinat via satellite) atau disekitar Teluk Kumai di lepas pantai Kalimantan Selatan (Lokasi #1).

Pesawat dengan nomor penerbangan AWQ 8501 tersebut harusnya memasuki wilayah udara Singapura pukul 06.52 WIB. Basarnas menerima laporan Pesawat Air Asia Jenis Airbus 320 rute Surabaya-Singapura mengalami lost contact di sekitar Teluk Kumai pukul 06.17 WIB.

Sedangkan menurut berita terakhir yang berkembang, kordinat lokasi pesawat menjadi bergeser pada kordinat 03° 24′ 66″S ; 109° 36′ 82″E (lihat kordinat via satellite) atau ke daerah antara pulau Belitung dan Kalimantan (Lokasi #2).

kordinat hilang kontak AirAsia QZ 8501 PK-AXC

Kronologi Penerbangan AirAsia QZ 8501

Berikut kronologi sebelum hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 seperti yang diungkapkan Direktur Perhubungan Udara Direktur Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo:

05.36 AM WIB (Local Time), pesawat berangkat dari Surabaya menuju Singapura dengan ketinggian 32.000 kaki. Pesawat dilaporkan mengikuti jalur yang biasa ditempuh antara Surabaya dan Singapura yaitu M635.

06.12 AM, kontak terakhir dengan Air Traffic Control Jakarta. Dalam kontak itu, pilot meminta menghindar ke arah kiri dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki. Permintaan pilot disetujui oleh pihak ATC.

06.16 AM, pesawat masih ada di layar radar.

06.17 AM, pesawat hanya tinggal sinyal di dalam radar ATC.

06.18 AM, pesawat hilang dari radar. Yang ada, di radar tinggal data rencana terbang. Seharusnya, di dalam radar ada data lain yakni realisasi terbang namun data itu hilang.

07.08 AM, pesawat dinyatakan INCERFA, yakni tahap awal hilangnya kontak. Pihak dirjen perhubungan melakukan kontak ke Basarnas.

07.28 AM, pesawat dinyatakan  ALERFA, tahap berikut dalam menyatakan pesawat hilang kontak

07.55 AM, pesawat dinyatakan DETRESFA atau resmi dinyatakan hilang.

Lokasi hilang kontak yakni antara Tanjung Pandan dan Pontianak agak ke selatan. Basarnas mencari posisi itu karena ELT yang berfungsi jika pesawat itu jatuh, akan ada transmisi, namun sinyal itu belum ada.

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute 04
Penampakan terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 PK-AXC jurusan Surabaya – Singapura.

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute anim 995px
Flight path of Indonesia AirAsia Flight 8501 (QZ8501/AWQ8501)

Permintaan untuk menaikkan ketinggain untuk menghindari awan Cumulonimbus ditolak ATC Jakarta

Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Djuanda mengatakan hingga pukul 06.10 WIB, pesawat masih berada di ketinggian 32 ribu kaki dan melewati jalur M635.

Baru kemudian ketika AirAsia melewati wilayah ATC Jakarta, pilot menghubungi otoritas di Soekarno-Hatta pada 06.12 WIB. Krew kokpit melaporkan adanya cuaca buruk sehingga idealnya harus keluar jalur normal.

Lalu pesawat kontak ATC dan di radar ada masalah, kemudian pada saat kontak itulah krew pesawat menyatakan akan menghindari awan dari arah 35, lalu meminta naik dari yang tadinya pada ketinggain 32 ribu kaki, menuju ke ketinggian 38 ribu kaki.

Krew kokpit sepertinya memang berencana untuk menghindari badai yang terlihat dari awan cumulonimbus yang tinggi dan tebal didepan jalur penerbangannya. Maka ia akan minta izin melakukan  “left take” (belok ke kiri).

Setelah melakukan itu, barulah meminta izin untuk naik dari ketinggian 32 ribu kaki menuju ke ketinggian 38 ribu kaki. Namun, permintaan itu ditolak oleh air traffic control (ATC).

Altitude and speed AirAsia QZ 8501 PK-AXC
Altitude and speed atau ketinggian dan kecepatan Air Asia QZ 8501 pada saat terbang.

Menurut radar, awan cumulonimbus (Cb) itu berketinggian hingga 52 ribu kaki, artinya jauh lebih tinggi dari ketinggian yang diminta krew kokpit yang hanya 38 ribu kaki. Oleh karenanya maka pilot minta “left take” (belok ke kiri).

“Permintaan untuk menaikkan ketinggian ditolak karena untuk naik 38.000 kaki di atasnya masih ada pesawat,” ujar Direktur Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Djoko menuturkan, awalnya, pesawat sempat meminta ke kiri (left take) untuk menghindari awan, dan akhirnya diperbolehkan. Namun, izin itu tak dikeluarkan untuk menaikkan ketinggian.

Sedangkan Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia Wisnu Darjono mengungkapkan, pada pukul 06.12, ATC Bandara Soekarno-Hatta berkomunikasi dengan pilot AirAsia QZ8501.

Dia meminta untuk bergeser ke kiri untuk menghindari cuaca buruk. Izin itu diberikan dan akhirnya pesawat bergeser 7 mil dari posisi awal. Namun, kata Wisnu, pilot kembali meminta mengubah posisinya ke ketinggian 38.000 kaki.

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute 05
Satellite images of 00:32 UTC, one hour after AirAsia Qz-8501 went missing (23:24 UTC)

“Request to higher level (Permintaan penambahan ketinggian),” ujar Kapten Irianto, pilot Airasia QZ8501, yang saat itu menerbangkan pesawatnya di ketinggian 32.000 kaki.

Setelah itu, Wisnu mengatakan bahwa petugas ATC Bandara Soekarno-Hatta menjawab langsung permintaan itu.

“Intended to what level? (Maksudnya pada ketinggian berapa?)” tanya petugas, seperti ditirukan Wisnu.

Pilot menyatakan ingin terbang di ketinggian 38.000 kaki tanpa menyebutkan alasannya. Pihak ATC Bandara Soekarno-Hatta kemudian mengontak ATC Bandara Changi Internasional, Singapura, untuk melakukan koordinasi.

“Hanya butuh waktu 2-3 menit untuk berkomunikasi dengan Singapura. Dari situ, kami memberikan izin agar pesawat naik 34.000 kaki,” ucap Wisnu.

awan commulunimbus
Awan Commulonimbus

Saat itu, pesawat diberikan izin naik ke 34.000 kaki karena pada saat yang sama pada level 38.000 kaki masih terdapat pesawat, yakni AirAsia 502.

“Saat kami sampaikan jawaban agar naik ke 34.000 kaki, sudah tidak ada lagi jawaban sekitar pukul 06.14,” papar Wisnu.

ATC Bandara Soekarno-Hatta kemudian mengontak pesawat-pesawat di sekitar AirAsia QZ8501 untuk juga membantu menghubungi pesawat itu.

Ketika itu, pesawat masih terdeteksi di radar ATC. Namun, upaya itu menemui kegagalan karena tak ada lagi jawaban dari pesawat naas itu. Dari lokasi, berdasarkan radar cuaca, kondisinya memang tidak bagus. Ada awan comulonimbus (Cb). Tapi tiba-tiba pesawat sudah tidak ada di radar pemantau, alias hanya sinyal.

Pukul 06.17 WIB, atau lima menit kemudian, posisi pesawat hanya tampak sinyal di antara kota Tanjung Pandan di pulau Belitung dan kota Pontianak di Kalimantan Barat. Pukul 06.18 WIB, pesawat hilang dari radar dan hanya terlihat flight plan saja.

Penampakan petir di jalur AirAsia QZ 8501 PK-AXC jurusan Surabaya – Singapura
Penampakan petir di jalur AirAsia QZ 8501 PK-AXC jurusan Surabaya – Singapura

Analisis LAPAN Kuatkan Dugaan AirAsia QZ8501 Gagal Hindari Awan Cumulonimbus

Analisis cuaca yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menguatkan dugaan pesawat AirAsia QZ8501 gagal menghindari awan tebal kumulonimbus yang berada pada rute penerbangannya. Keberadaan awan kumulonimbus dalam pesawat jenis Airbus A320-200 tersebut sebelumnya dinyatakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG, Syamsul Huda, mengungkapkan bahwa sejak lepas landas dari Surabaya, AirAsia QZ8501 terbang dalam kondisi cuaca berawan. Saat sampai di wilayah antara Belitung dengan Kalimantan, pesawat menghadapi cuaca yang lebih buruk.

Pesawat menghadapi awan yang sangat tebal di lokasi (antara Belitung dan Kalimantan). Berdasarkan data, ketinggian puncak awan kumulonimbus yang dihadapi pesawat 48.000 kaki.

Menilik ketinggiannya saja, pesawat mungkin masih akan berhadapan dengan awan bila naik ke ketinggian 38.000 kaki. Namun, apakah pesawat bisa menghindar dari awan atau tidak, hal itu sangat tergantung pada besarnya awan itu sendiri.

secondary_radar_image PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200
Foto Radar Sekunder yang memperlihatkan AirAsia 8501 (dilingkari kuning) saat di ketinggian 36.300 ft (11,100 m) dan mulai memanjat ketinggian dengan kecepatan 353 knot (654 kmh atau 406 mph).

Sedangkan menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, mengungkapkan bahwa masalah cuaca seperti awan adalah hal biasa yang dihadapi dalam penerbangan modern saat ini.

“Sebelum terbang juga kita sudah mengisi flight plan dan melihat cuaca sepanjang jalur penerbangan. Pesawat A320 yang dipakai Air Asia sendiri adalah pesawat canggih yang sudah dilengkapi dengan radar cuaca yang baik,” ungkapnya.

Dengan teknologi dan perencanaan penerbangan yang baik, kasus pesawat hilang atau jatuh akibat faktor cuaca itu sudah jarang terjadi dalam penerbangan modern. Pesawat yang hilang kontak dapat terjadi karena berbagai sebab, mulai kesengajaan hingga masalah teknis.

Misterius: Hindari awan tebal, pilot memutuskan belok ke kiri, tapi kenapa justru belok ke kanan?

Kondisi cuaca di sekitar lokasi hilangnya pesawat memang buruk dan awan hujan cumulonimbus sangat tebal. Tapi, kenapa dari jalur track terakhirnya justru pesawat itu mengarah ke kanan mendekati daratan Kalimantan?

Mengapa track terakhirnya juga terdetaksi dan berakhir di daerah Teluk Kumai yang justru berada disebelah kanannya? Karena hilang kontak, maka tindakan ATC sesuai prosedur menyatakan tahap awal pesawat hilang kontak 07.00 WIB, atau 50 menit setelah dicari.

Hingga saat ini tim SAR dan Basarnas masih terus melakukan pencarian hilangnya pesawat misterius ini. Kabar mendarat darurat, jatuh dilaut hingga hilang tak berbekas masih menyelimuti fenomena hilangnya AirAsia QZ 8501.

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing rute
Penampakan keadaan cuaca ketika pesawat AirAsia QZ 8501 PK-AXC terbang dari Surabaya menuju Singapura.

Seorang Blogger Misterius Dari Cina Telah Memprediksi Bahwa Ada Pesawat AirAsia Yang Akan “Hilang”

Seorang pengguna misterius dari jaringan media sosial Cina Weibo tampaknya telah meramalkan akan hilangnya di AirAsia Flight QZ8501 hampir dua minggu sebelum pesawat itu hilang. Dengan postingannya yang massive, ia dengan segera telah memperingatkan kepada warga negara China untuk tidak menggunakan pesawat itu (Air Asia) dalam puluhan postingannya.

Laporan, yang dilakukan oleh Epoch Times (ch | in), menceritakan kisah tentang bagaimana individu itu secara “berulang kali memperingatkan orang untuk “menjauhi” dari Malaysia Airlines (dan) AirAsia.”

“Jangan menjadi korban lain dari MH370,” pengguna misterius itu memperingatkan sejak tanggal 15 Desember yang terlihat dari postingannya. Ia juga menambahkan bahwa AirAsia akan segera ditargetkan oleh “kekuatan atau pasukan yang super” atau “powerful forces“, yang ia disebut sebagai “tangan hitam” atau “black hand“.

misterous china blogger about Air Asia QZ8501
Mysterious China blogger about Air Asia QZ8501

mysterous china blogger about Air Asia QZ8501 ina
Screenshot blogger misterius asal Cina berbahasa Indonesia (translated)

“Ini adalah pesan yang akan menyelamatkan jiwa masyarakat Eropa atau AS yang akan bepergian atau tur, untuk tidak menaiki AirAsia (atau) maskapai Malaysia lainnya,” ia menyatakan dalam versi terjemahan dari salah satu postingannya.

Pengguna blogger misterius asal Cina itu kemudian menegaskan bahwa ada “tangan hitam” atau “black hand” akan keluar untuk “merusak AirAsia” (to ruin AirAsia) yang merupakan sebuah maskapai atau perusahaan penerbangan terbesar kedua di Malaysia itu.

forum reddit about Air Asia QZ8501
Screenshot forum Reddit about Air Asia QZ8501 (by: IndoCropCircles)

Seperti kita ketahui bahwa sebelumnya, Malaysia Airlines Penerbangan MH 370 hilang pada Maret awal tahun 2014 lalu. (baca: Takkan Pernah Ditemukan: Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Jurusan KL – Beijing)

Selanjutnya, beberapa bulan kemudian masih dalam maskapai yang sama milik Malaysia, giliran Malaysia Airlines Penerbangan MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina pada bulan Juli 2014 lalu. (baca: Misteri Ditembaknya Malaysian Airlines MH-17 di Udara Ukraina)

Individu misterius itu mengulangi peringatannya berkali-kali dalam tiap postingan-postingan berikutnya yang telah dilakukan sejak tanggal 16 dan 17 Desember lalu.

Blogger misterius itu juga menulis, “Ini adalah peristiwa besar dalam hidup manusia, kita harus memperhatikan.” (“This is a major event in human life, we have to pay attention”).

Ia pun menambahkan, “Jauhi AirAsia, tinggalkan Malaysia Airlines, hargai kehidupan. “(“far from AirAsia, Malaysia Airlines away, cherish life.”)

Spekulasi blogger asal Cina itupun membuat heboh di forum Reddit dan mereka membahas bahwa postingannya itu awalnya dibuat sejak tanggal 15 Desember 2014 lalu.

Tapi kemudian postingan tentang prediksi si blogger misterius mengenai AirAsia itu dia edit lagi untuk menambahkan kata-katanya, setelah salah satu maskapai milik Malaysia yaitu AirAsia Flight QZ8501 terbukti benar setelah hilang dari radar pada 28/12/2014 lalu.

Pengguna misterius ini telah membuat total 39 postingan pada subjek (29/12/2014) yang telah dilihat oleh lebih dari  2.400.000 orang!

Setelah penerbangan AirAsia QZ8501 menghilang, banyak pengguna-pengguna lainnya kembali ke postingan dari si blogger misterius itu hanya untuk mengekspresikan rasa takjub mereka pada prediksi individu yang masih misterius ini.

Banyak pengguna lainnya yang berspekulasi bahwa blogger misterius itu adalah “orang dalam” atau insider atau sejenisnya yang memiliki koneksi atau terhubung kepada pemerintah Malaysia atau pemerintah Cina.

Sepertinya pesannya memang telah ditanggapi oleh warga Cina, semua itu terbukti bahwa tidak ada satupun warga negara China yang berada di Air Asia QZ8501 yang masih hilang di Laut Jawa itu.

Black Hand

image

Pengguna blogger misterius asal Cina sejak 15 Desember lalu mempresikdi dan menegaskan bahwa ada “tangan hitam” atau “black hand” akan keluar untuk “merusak AirAsia” l) yang merupakan sebuah maskapai atau perusahaan penerbangan terbesar kedua di Malaysia itu.

KNKT Pertanyakan ELT AirAsia QZ 8501 yang Tak Menyala

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mempertanyakan Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat Airasia QZ 8501 yang tak mengeluarkan sinyal saat pesawat hilang kontak. Padahal, alat itu bermanfaat untuk mencari lokasi hilangnya pesawat.

“Ada ELT, yang disiapkan kalau ada emergency di darat dan pasti tertangkap Basarnas untuk tangkap frekuensi, dan itu tak tertangkap. Berarti pesawat itu perlu dipertanyakan kenapa ELT tidak menyala,” kata Kepala KNKT Tatang Kurniadi di Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Tim investigasi belum bisa diterjunkan. Pasalnya, KNKT baru bisa bergerak apabila sudah ditemukan bangkai pesawat. Investigator KNKT Suryanto, menduga bahwa ELT itu bisa saja hancur karena pesawat menabrak suatu benda dengan sangat keras. Dugaan lainnya yaitu ELT terbuang ke laut.


Emergency position-indicating radio beacons or EPIRBs

Selain dikenal sebagai ELT (Emergency Locator Transmitter), namun banyak alat sejenis yang dikenal dengan nama atau sebutan lain.

Beberapa diantaranya, seperti Distress radio beacons atau emergency beacons atau PLB (Personal Locator Beacon) atau EPIRB (Emergency Position-Indicating Radio Beacon), atau juga ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft).

Namun semua alat itu memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai perangkat suar penentu lokasi untuk pesawat dan kapal laut bahkan dapat dimanfaatkan secara individual.

Sementara itu, kotak hitam milik Airasia QZ 8501 juga sama-sama belum ditemukan. Di dekat kotak hitam, Tatang mengungkapkan biasanya ada pinger yang akan berbunyi di dalam air. Namun, untuk mendeteksi bunyi itu, harus ada alat solar detector.

“Harus ada kapal dulu yang diarahkan ke pinger itu untuk menangkap sinyal. Karena lokasi jatuhnya belum terdeteksi dan belum ada informasi dari darat dan laut, KNKT masih menghitung,” ungkap Suryanto.

Hal yang aneh pula, jika ELT (Emergency Locator Transmitter) yang dibuat tahan banting dan tahan dalam banyak kondisi yang ada di AirAsia QZ 8501 tidak menyala. Padahal alat navigasi darurat itu dalam keadaan ekstrim tak mudah rusak, baik oleh impact keras, terkena api ratusan derajat maupun dialam bersuhu dingin ekstrem hingga jatuh ke dalam laut lebih dari 500 meter, ILT masih dapat berfungsi dengan baik.

Search and Rescue: TNI Kerahkan 16 Pesawat dan 13 Kapal Perang

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan
sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) mereka untuk membantu mencari pesawat AirAsia yang hilang dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura sejak Minggu pagi, 28 Desember 2014.

Dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI yang diterima pada Senin, 29 Desember 2014, dikerahkan sebanyak 16 pesawat terbang dan 13 kapal perang atau KRI (Kapal Perang Republik Indonesia).

Indonesia SAR PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-20002

Tim SAR TNI Angkatan Darat

TNI Angkatan Darat mengerahkan dua unit helikopter MI35 dan dua unit helikopter Bell 412. Dan kekuatan yang dikerahkan dari TNI Angkatan Darat sebanyak 714 personel dari Kodam I/Bukit Barisan. Meliputi Korem 031/Pekanbaru 100 personel, Kodim 0303/Bengkalis 31 personel, Kodim 0320/Dumai 31 personel, Yonif 132/Dumai 31 personel, dan Pokko 7 personel. Personel lain dari Korem 033/Tanjung Pinang 100 personel, terdiri dari Kodim 0315/Bintan 31 personel, Kodim 0316/Batam 31 personel, Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun 31 personel dan Pokko 7 personel, serta Denrudal 004/Dumai 30 orang.

Tim SAR TNI Angkatan Laut

TNI Angkatan Laut terdiri satu pesawat Cassa, dua helikopter Bell, satu helikopter Bolco, dan dua CN235. Sedangkan KRI yang dilepasjangkarkan dan menuju lokasi adalah: KRI Yos Sudarso, KRI Hasanudin, KRI Pattimura, KRI Bung Tomo, KRI Sutedi Senaputra, KRI Banda Aceh, KRI Pulau Rengat, dan KRI Pulau Romang. Diterjunkan pula tiga tim Denjaka, dua SSY SRCPB, satu tim Paska, dan satu tim penyelam beserta enam perahu karet, dan enam sea raider.

Indonesia SAR PK-AXC-Indonesia-AirAsia-Airbus-A320-200
Indonesia’s marine police pray on board a search and rescue ship before a search operation for the missing plane.

Tim SAR TNI Angkatan Udara

TNI Angkatan Udara mengerahkan satu Boeing 737, dua C130 Herculles, dua helikopter Super Puma, dan CN295.

Selain TNI, pihak BASARNAS, Kepolisian Republik Indonesia dan BPPT juga ikut bergabung bersama tim SAR. Tim SAR BPPT menerjunkan kapal laut observasi canggih Baruna Jaya IV yang memiliki sonar terkini dari kapal berteknologi canggih milik BPPT.

Selain kekuatan SAR nasional dalam upaya pencarian pesawat AirAsia, juga melibatkan negara-negara sahabat, di antaranya, dari Malaysia satu C130 Hercules dan tiga kapal, Singapura tiga C130 Hercules dan tiga kapal, Australia dua P3C Orion serta Korea Selatan satu P3 Orion.

Two members from the Indonesian Navy’s Tactical Commanding Operator help with the search for the flight. (REUTERS)
Two members from the Indonesian Navy’s Tactical Commanding Operator help with the search for the flight. (REUTERS)

Cari AirAsia, Kapal BPPT Temukan Fenomena Menyeramkan di Dasar Laut Jawa

Selama melakukan penyisiran dalam operasi pencarian Pesawat Air Asia QZ8501, banyak fenomena menyeramkan bawah laut yang terpindai sonar dari kapal berteknologi canggih milik BPPT.

Fenomena itu ditemukan saat Kapal Baruna Jaya IV melakukan penyisiran dasar laut di sepanjang Laut Utara Jawa hingga ke Laut Karimata di Belitung dengan menggunakan alat sonar canggih milik BPPT.

“Sepanjang perairan banyak sekali ditemukan sisa dan reruntuhan kapal di kedalaman 40-45 meter,” kata Pelaksana Tugas Deputi Menko Maritim, Ridwan Jamaludin, Senin 29 Desember 2014.

U-Boat 168 Nazi found in Java Sea
Penampakan bangkai kapal selam yang karam U-Boat 168 milik Nazi Jerman di dasar Laut Jawa.

Sisa dan reruntuhan kapal yang ditemukan Kapal Baruna Jaya IV merupakan bangkai kapal yang tenggelam sejak zaman dahulu.

Laut Jawa memang merupakan satu dari sekian banyak “perairan menyeramkan” di dunia yang banyak dihuni bangkai kapal di dasar lautnya.

Namun dari ratusan bangkai kapal karam seantero Indonesia, banyak peneliti meyakini tak hanya kapal perang yang ada di dalamnya.

Sebagian dari padanya, banyak pula kapal dagang dari zaman kerajaan yang juga karam di peairan Indonesia. Jika sudah menyangkut kapal dagang, maka tak menutup kemungkianan bahwa mereka juga mengangkut harta berupa emas, perak, platina, perunggu dan tembikar serta artifak bersejarah lainnya. (baca: Ada Ratusan Ton Harta Karun Kapal Karam Seantero Indonesia!)

Bahkan beberapa waktu lalu, Pasukan Katak Armada Timur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut pernah menemukan bangkai kapal selam milik Jerman yang tenggelam sejak 70 tahun lalu di perairan Laut Jawa. (baca: Misteri Jejak Kapal Selam U-Boat Nazi di Indonesia)

Bangkai Kapal yang kini sengaja dibiarkan di dasar laut itu, hingga kini masih menyisakan misteri. Bangkai kapal yang ditemukan disinyalir milik pasukan Nazi Jerman. (berbagai sumber).

Pustaka:

– bbs.tianya.cn, Malaysia Airlines setelah hancur, tetapi juga meluas ke Black Hand AirAsia (ch | in)
– saoonline.vn, Duong Ngoc Yen predicted catastrophic crash MH17? (vn | in)
– reddit.com, Someone in China warned of a AirAisa disaster 13 days before QZ8501 disappeared
– infowers.com, Did Mysterious Chinese Blogger Predict Disappearance of AirAsia Flight?
– commondreams.org, War Tribunal Finds Bush, Cheney Guilty of War Crimes

AirAsia QZ 8501 PK-AXC missing route anim 1004px
An animation of satellite images acquired by NASA’s Terra satellite about two and a half hours after AirAsia Flight QZ8501 lost contact. One is in true color the other in false color. (Source: NASA)

Passengers Manifested:

Berikut daftar lengkap nama penumpang AirAsia yang hilang kontak:

1. Abraham, Viona Florensa
2. Alain Oktavianus, Siauw
3. Andriani, Ratri Sri
4. Andrijany, Vicencia Sri
5. Ang, Sharon Michelle
6. Ang, Steven Michael
7. Angelina, Ong
8. Anggara, Lindawati
9. Anggraini, Monica
10. Anggreni, Linda

airasia-flight-8501-pilot-captain-irianto11. Ann Santiago, Jasmine Rose
12. Ardhi, Jayden Cruz
13. Ardhi, Reggy
14. Astutik, Yuni
15. Aurelia, Thirza
16. Biantoro, Djarot
17. Biantoro, Kevin
18. Chandra, Gani
19. Choi, Chi Man (Great Britain)
20. Choi, Zoe Man Suen (2) (Singapore) (anak Choi, Chi Man / nomer urut 19)

21. Claudia Ardhi, Marianne
22. Clemency Ardhi, Michelle
23. Darmaji, The
24. Diani, Inda
25. Djomi, Kaylee C
26. Djomi, Marianus
27. Emmanuel, Angeline Esther
28. Ernawati, Ernawati
29. Evientri Wahab, Musaba
30. Febriantus, Edward

31. Fei, Joe Jeng
32. Fernando, Adrian
33. Gani, Susilo
34. Giovanni, Justin
35. Giovani, Nico
36. Go, Feilensia Sularmo
37. Gunawan, David
38. Gunawan, Jie Charly
39, Gunawan, Jie Stephanie
40. Gunawan, Jie Steven

Flight attendent AirAsia QZ8501 Oscar Desano41. Gunawan, Jie Stevie
42. Gunawan, Kayla Audrey
43. Gunawan, Kenneth Matthew
44. Gunawan Syawal, Hendra
45. Halim, Hindarto
46. Hamid, Hayati Lutfiah
47. Handayani, Finna
48. Handoyo, Roni
49. Haripin, Sukiatna
50. Harja Subagio, Prawira

51. Hartono, David
52. Harwon, Lice, Caroline
53. Ho, Juliana
54. Hutama, Christanto Leoma
55. Indri, Jo
56. Jauw, Monita Wahyuni
57. Jessica, Jessica
58. Jong, Ang Mie
59. Josal, Shiane
60. Kho, Kosuma Chandra

61. Kho, Vera Chandra
62. Krisputra, Sesha Aldi
63. Krisputri, Felicia Sabrina
64. Kristiyono, Kristiyono
65. Kusuma, Nelson
66. Kusumo, Wirantono
67. Lee, Kyung Hwa (South Korea)
68. Liangsih, Indahju
69. Liem, Fransisca Lanny Winat
70. Ligo, Ekawati

71. Lim, Yan Koen
72. Liman, Susandhini
73. Limantara, Juanita
74. Linaksita, Grayson Herbert
75. Linaksita, Kathleen Fulvia
76. Linaksita, Tony
77. Linggarwati, Sri
78. Megawati, Megawati
79. Merry, Merry
80. Muttaqin, Abdullah

81. Noventus, Andrian
82. Nurwatie, Donna Indah
83. Octavani, Lanny
84. Oei, Jinny Sentosa Winata
85. Oktavianus, Denny
86. Ong, Sherlly
87. Pai, Soemamik Saeran
88. Park, Seongbeom (37) (South Korea)
– Infant: Park, Yuna (South Korea)
89. Permata, Gusti Atu Putriyan
90. Poo, Andri Wijaya

91. Pornomo, Christien Aulia
92. Pornomo, Ferni Yufina
93. Puspitasari, Ruth Natalia M
94. Putri, Gusti Ayu Made Keish
95. Ranuwidjojo, Mulyahadikusum
96. Ratna Sari, Ria
97. Romlah, Siti
98. Santoso, Fandi
99. Santoso, Karina
100. Santoso, Nikolas Theo

Penumpang AirAsia yang hilang, Gusti Made Bobi Sidharta101. Sari, Lia
102. Sebastian, Yonatan
103. Sentoso, Samuel Joyo
104. Sholeh, Marwin
105. Sia, Soetikno
106. Sidartha, Gusti Made Bobi
107. Sii, Chung Huei (Malaysia)
108. Soesilo, Elbert
109. Soetanto, Aris
110. Soetanto, Lima

111. Soetjipto, Cindy Clarissa
112. Soetjipto, Kevin Alexander
113. Soetjipto, Rudy
114. Soewono, Yenni
115. Su, Bundi
116. Sukianto, Kartika Dewi
117. Sulastri, Sulastri
118. Suryaatmadja, Hanny
119. Suseno, Djoko
120. Suseno, Naura Kanita Rosada

121. Susiyah, Susiyah
122. Tanus, Herumanto
123. Thejakusuma, The Meiji
124. Theodoros, Hendra
125. Theodoros, Raynaldi
126. Theodoros, Winoya
127. Usin, Suriani
128. Utomo, Soesilo
129. Wahyuni, Eny
130. Wen, Oktaria

pramugari Air Asia – Khairunisa Haidar Fauzi (22), gadis asal Palembang131, Wicaksana, Bima Ali
132. Widjaja, Andreas
133. Widjaja, Djoko Satryo Tanoe
134. Widjaja, Eko
135. Widodo, Florentina Maria
136. Widodo, Nanang Priyo
137. Widyawati, Anna
138. Wijaya, Alfred
139. Wijaya, Bob Hartanto
140. Wijaya, Marilyn

141. Wijaya, William
142. Wijaya, Kwee Indar Prasetyo
143. Winata, Boby Hartanto
144. Winata, Inggrid Jessica
145. Wuntarjo, Natalina
146. Yani, Indri
147. Yongki, Jou
148. Youvita, Elisabeth
149. Youvito, Brian
150. Yuanita, Jou Christine
151. Yulianto, Albertus Eka Sury
152. Yulianto, Indra
153. Yulianto. Stephanie
154. Yuni, Indah
155. Infant: Park, Yuna (bayi 11 bulan anak Park, Seongbeom / nomer urut 88)

penumpang AirAsia QZ8501Crew (7 Crews):
156. Irianto / Captain (Indonesia)
157. Remi Emmanuel Plesel / Flight officer (France)
158. Saiful Rakhmad / Flight Engineer (Indonesia)
159.  Wanti Setiawati / Senior Flight Attendant (Indonesia)
160. Khairunisa Haidar Fauzi / Flight Attendant (Indonesia)
161. Oscar Desano  / Flight Attendant (Indonesia)
162. Wismoyo Ari Prambudi / Flight Attendant (Indonesia)

Total person boarded: 162

AirAsia QZ 8501 PK-AXC Passenger_Manifest_Page_1AirAsia QZ 8501 PK-AXC Passenger_Manifest_Page_2AirAsia QZ 8501 PK-AXC Passenger_Manifest_Page_3blackhand behind AirAsia QZ8501 banner

Video the MISSING Plane: AirAsia A320 PK-AXC taking off at Perth Airport.