Apakah Muslim itu Miskin?!

Pagi menjelang siang, ditemanin segelas Luwak dingin. Dari obrolan singkat dengan sesorang pria paruh baya di warung kopi. Ia mepertanyakan tentang kemiskinannya…

image

Walau saya pribadi tidak pernah tahu saya ini termasuk kategori miskin,  tetapi cukuplah menjadi pembelajaran dalam memandang kemiskinan.

Menurut keterbatasan pemikiran saya, bahwa kemiskinan itu merupakan konsekwensi sebuah pilihan. Allah tidak menghendaki umatnya miskin, dan kemiskinan itu sendiri adalah wujud dari apa yang kita tanam, maka itulah yang dituai. Yah, kemiskinan itu konsekwensi dari pilihan hidup, tidak mungkin ada akibat tanpa ada sebab.

Toh, pada prinsipnya kita diberikan waktu yang sama ( 24 jam sehari ), organ tubuh yang sama, peluang dan potensi yang sama pula. Lalu mengapa ada si miskin dan si kaya?!

Si pria itu bertanya, ” bukankah memang kehendak tuhan adanya orang miskin, agar saling melengkapi?!”

Berarti Allah pun bisa berkehendak semua umatnya dibuat kaya bukan?! Maka dari itulah, Kemaha Adilan Allah, ketika kemiskinan menjadi konsekwensi pilihan hidup, akibat dari apa yang kita tanam, Allah dengan ke Maha Pemurahnya memerintahkan si Kaya untuk berzakat. Logikanya,  Allah maha pemurah bukan?! Manusia sudah salah masih diberikan keringanan.

Jadi apakah Allah menghendaki umatnya miskin?!

Mari kita kembali ke  sejarah ketika Rasulullah menikahi Khadijah, 20 ekor unta muda, kalau dilihat dari daftar harga unta itu kurang lebih Rp. 15.000.000 / untuk ukuran standar, jadi 20 ekor unta diperkirakan seharga Rp. 300.000.000. Itulah mahar Rasulullah ketika menikahi Khadijah.

Apakah Rasulullah meneladani kita dengan kemiskinan?! Walau pun dalam sepanjang sejarah dunia, Rasulullah seorang presiden tanpa Istana kepresidenan, seorang raja yang tidak punya kerajaan. Tetapi Rasulullah memberikan sebuah pemandangan bahwa muslim harus kaya, bukan?!

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kefakiran dan kekufuran serta adzab kubur.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, dan Ahmad. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam dan Syu’aib al-Arnauth, beliau berkata: sanadnya kuat sesuai syarat Muslim)

Akhir kata, mari berdoa semoga kita tidak menjadikan kemiskinan jalan menuju kekufuran….

Wallahu’alam….