Bersyukur Dalam Musibah

Hampir sebagian dari kita menganggap yang pantas kita syukuri adalah ketika Tuhan memberikan kita nikmat, entah itu rezeki yang melimpah, karir yang melesat tinggi, usaha yang yang memiliki profit sekian Miliar pertahun, dan lain sebagainya.

http://www.ukhtiindonesia.com/wp-content/uploads/2015/10/552e56380423bd22428b4567.jpeghttp://www.ukhtiindonesia.com/wp-content/uploads/2015/10/552e56380423bd22428b4567.jpeg

Tanpa disadari, hal terburuk yang menimpah diri kita, keterhimpitan, kehilangan harta benda, kerugian usaha dan Pemutusan Hubungan Kerja sekalipun, amat sedikit kita temukan mereka yang bersyukur atas fenomena seperti itu kita temukan. Bahkan belum tentu kami pribadi bisa mensyukuri atas musibah yang kita dapatkan.

Bahkan, atau boleh jadi kita sendiri orang yang pertama mengeluarkan umpatan-umpatan sebagai bentuk kekecewaan atas musibah yang kita hadapi.

Lula…eh salah lalu maksud saya, rasannya kita harus belajar juga bagaimana untuk tetap bersyukur dengan musibah yang kita hadapi.

Perhatikan dalil berikut ini ;

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At Taghaabun : 11)

https://akualbana.files.wordpress.com/2016/02/38d7d-42bpesan2brasulullah2bsaat2bdilanda2bmusibah.jpg

Nah loh! Mengapa Allah menghendaki musibah itu terjadi dan menimpah kita?!

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuura : 30)

Cukuplah ayat tersebut menjawab apa yang menjadi alasan Allah membiarkan musibah itu terjadi dengan kita.

Sebab Allah ingin mengajarkan apa itu konsekwensi dari apa yang sudah kita perbuat, semata-mata menuntun untuk belajar bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita perbuat, sebab kitalah yang memercikan api sehingga asap itu timbul.

Tetapi Allah jualah yang memberikan sebuah solusi dari musibah yang memang sengaja ia berikan untuk hamba-nya semata-mata mengajarkan kita untuk memahami, kemana kita akan kembalikan segala kesedihan hidup, musibah yang kita tengah hadapi, selain pada-Nya-lah sebaik-baiknya penolong, kepada Allah-lah tempat kita bersandar dari segala kesedihan, air mata dan beban hidup yang cukup menyesakan dada kita.

Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu; tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (QS. Ali ‘Imran : 160)

Seperti itu-lah cara Allah memeluk kita, menuntun jalan hidup yang Allah sendiri Maha Tahu, akan kesulitan yang sedang kita hadapi, akan musibah yang kita sendiri tidak tahu kemana harus mengembalikan permasalahan hidup.

Allah memberikan solusi dan meminta kita untuk mengembalikan masalah tersebut kepada-Nya, sebab Dia-lah yang mengizinkan musibah itu terjadi kepada kita, semata-mata ingin mengembalikan manusia kepada Fitrah ketaqwaan yang hakiki.

Allah-lah kunci jawaban dari arti ketawakalan, arti berserah diri. Kembalikan…kembalikanlah permasalah hidup ini hanya kepada-Nya, sebab kepada-Nya pula kita akan kembali.

Wallahu’alam….
EMHA AL BANA

Noted :  Terimakasih kepada pelaku pena baik online maupun cetak untuk mencantumpakan nara sumber dari setiap karya yang ditulis. Terimakasih untuk menghargai buah karya pemikiran.