CUKUPLAH ALLAH Menjadi Boss

image

Menggerutu? Mengeluh? Mengumpat?! Wajar, Manusiawi bukan?
Merasa kerja sudah mati-matian,…sst, asal jangan mati benaran.
Tetapi tidak pernah mendapat POINT, aprisiasi atau sekedar applouse. Kecewa yaaah? Kecewah doong?!
Kecewa pastinya….dan merasa sering disalahkan dengan atasan.
Atau kerja abis-abisan tetapi tidak ada uang lembur, kecewa doooong???? Masih manusiawi kok….

Deee…Elll…Eh salah…Dee…Ka…Derita Karyawan!
Cukuplah Tuhan yang melihat kerja anda….
Panas kepanasan, hujan kehujanan, malam jadi siang dan siang jadi malam. Amat wajar, jika atasan tidak memberikan apresiasi, karena meraka tidak pernah tahu, Ban Motor anda Bocor di jalan, anak – istri sakit, kehabiisan bensin-lah, STOP!! Tidak perlu anda selfie dan kirim foto ke atasan anda. Tidak perlu PROTESSS!!! Atau pasang KODE KERAS ke atasan.

Sekarang tanyakan kembali hati, niat anda bekerja sebenarnya untuk apa? Untuk memperkaya dirikah? Jika itu niat anda, berapa banyak jam kerja anda? Apakah anda bekerja dengan preminya dihitung setiap jam? Atau anda memilih ambil lembur panjang, sampai lupa untuk memanjakan diri? Mengambil lembur dan mengorbankan kesehatan anda?! Mengabaikan perhatian dan waktu kita dengan keluarga, dengan orang-orang yang kita sayang, kita cintai.

Jika memang niat anda memerkaya diri, dengan standar UMR dan upah lembur yang tak seberapa. Selamat! Anda pasti dapatkan itu semua,tetapi tidak untuk kesehatan anda, tidak untuk perhatian dengan orang-orang yang anda cintai, sayangi.
Bukankah niat awal ingin memperkaya diri???!! Anda bisa kaya namun belum tentu bahagia.

Bekerjalah, demi mencari PENGAKUAN DI MATA TUHAN, dengan begitu sekalipun sakit dan luka, Cukup-kanlah sampai disini jika kita bekerja hanya untuk mencari PENGAKUAN DARI BOSS anda, amat banyak kekecewaan yang kita dapatkan, kerja pun tidak menemukan kenyamanan, menggerutu, mengumpat dan lain sebagainya.

Dengan begitu kekecewaan kita lebih diminimaliskan, bukankah REWARD TUHAN itu lebih menjanjikan? Lebih Nyata? dan Lebih pasti. Tidak dengan atasan anda, mungkin hari ini ia bicara A, esok entah jadi  X, Y atau Z. Mulailah iringi langkah anda dalam bekerja semata-mata ingin Tuhan tahu, bahwa kita tidak tinggal diam, bukankah prasangka Tuhan ada di prasangka kita?! ‘Aku bagaimana prasangka ummatku kepadaku….’

Dengan begitu, sekalipun uang lemburan tak seberapa akan menjadi nilai ibadah, mesikup gaji hanya lewat, setidaknya menjadi berkah, tanpa ada harus menggerutu, Cukupkanlah bekerja hanya diniatkan untuk memperkaya diri, atau mencari muka di hadapan atasan, sehingga melupakan bahwa muka kita telah hilang dihadapan Tuhan. Hati akan tenang, bekerja pun akan senang.

#nasibkaryawan
#cukupallah
#bersyukur
#motivasimuslim
#muslimsejati
#emhalabana
#akualbana
#nextbook

SUMBER

Ruang Tanya