Homo Robotisiensis,Fenomena Manusia Baru.

“Inilah Zaman dimana manusia tidak lagi percaya dengan manusia.”

Sebuah fenomena yang biasanya ditandai dengan suatu perubahan baru dalam sebuah evolusi, bisa kita sebut peradaban. 

Munculnya suatu fenomena baru dalam sebuah peradaban biasanya juga memiliki satu simpul baru atau penandaan baru dalam satu zaman.Ngerti nggak? Nggak ngerti yah?? Sama saya pun nggak ngerti apa yang saya tulis. Hehe…

Intinya kita dihadapkan sebuah peradaban baru dengan ditandai munculnya homo baru, bernama HOMO ROBOTISIENSIS, entah istilah ini darimana saya ambil, yang pasti inilah zaman robot-lah yang menempatkan posisi baru dalam peradaban baru.

Zaman dimana manusia  tidak lagi percaya dengan sesama manusia, bukan tanpa alasan. Manusia kini sudah tidak lagi mempercayai manusia  dalam tatanan sebuah sistem, untuk itulah dibangun sebuah tatanan sistem baru, yang dibuat oleh manusia, hingga akhirnya manusialah yang menghancurkan peradaban manusia itu sendiri.

Robot mulai mendominasi kehidupan kita, bukan lagi hanya sebuah tesis di atas kertas, atau wacana dalam sebuah artikel, tetapi kita dapat melihat sendiri dengan mata telanjang sekalipun. Kita bisa melihat dalam kehidupan sehari-hari. 

Portal pintu parkir misalnya, sistem-lah yang bekerja. Mesin-mesin produksi pabrikan, robot-lah yang mulai mendominasi. Dan ini lah yang menjadi alasan manusia tidak lagi percaya dengan manusia.

  1. Robot tidak pernah kenal kata lelah.
  2. Robot tidak pernah kenal demonstrasi. Sedangkan manusia menjadikan demontrasi alat mencari eksistensi.
  3. Robot tidak perlu teriak lapar, sedangkan manusia akan berbuat chaos jika perutnya mulai lapar.
  4. Robot tidak mengenal KORUPSI DAN NYATUT,  sehingga owner dapat tidur nyenyak. Tidak perlu lagi khawatir barang di gudang hilang.
  5. Robot tidak kenal bunyi bel Istirahat, yang ia tahu hanyalah bekerja, bekerja dan bekerja. Sedangkan manusia sebelum jam istirahat  berbunyi sudah nongkrong di kantin pabrik dan warung kopi.
  6. Robot tidak kenal istilah mey day.
  7. Robot tidak mengelan melawan sistem, justru mereka berjalan dalam suatu sistem. Sedangkan manusia sendiri hobby dengan hal-hal yang ber- aroma melawan sistem.
  8. Robot tidak mengenal uang tunjangan, apa lagi jamsostek. Yang mereka tahu, jika sudah melebihi quota produksi mereka harus regenerasi. Sedangkan manusia, belum mencapai quota  produksi, sudah membuat Surat Pengunduran diri ( resign).
  9. Robot, tidak mengenal cuti, apa lagi cuti hamil, andai robot hamil, yang perlu disemilidiki, eh salah..selidiki adalah operator-nya, yang tak lain manusia. Jadi, robot tidak kenal istilah beli surat keterangan dari oknum dokter di klinik. 
  10. Robot, tidak kenal liburan karyawan, jadi perusahaan tidak harus mengeluarkan banyak pengeluaran, sehingga meminimalisasikan anggaran.
  11. Dan masih banyak lagi….

Agama itu sendiri adalah sebuah Sistem , dimana dibuat semata-mata untuk mengembalikan fitrah manusia seutuhnya. Semata-mata memberikan ruang bagi manusia itu sendiri untuk menjadi insanul kamil, insan atau manusia seutuhnya. 

Jika manusia melanggar sebuah sistem atau aturan agama, apakah perlu Tuhan membuat atau menciptakan manusia baru?!!

Wallahu’alam….