Simbol Yang dianggap ‘Musyrik’ Di Purwakra

Terbesit dengan rasa penasaran, menyelisik keingin tahuan, dan mengkelarifikasi pemahaman mengenai simbol dan patung yang menjadi icon budaya di purwakarta.

449020_620

Rasanya cukup memberikan informasi, dan klarifikasi mengenai sikap keras dari salah satu ormas keagamaan.

Penjelasan yang dikutip dari tempo, cukup menjadi sumber informasi yang mendasar.

TEMPO.CO, Purwakarta -Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pendiri Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, mengalihkan isu pelesetan sampurasun menjadi campur racun dengan menyerang dirinya. “Karena pernyataannya mendapatkan protes keras dari para tokoh Sunda bahkan sudah dilaporkan ke polisi, dia kemudian mengalihkan isu sebagai bahan pembenaran,” kata Dedi, Kamis, 26 November 2015.

Dalam artikel di situsnya sendiri, Rizieq Shihab menyatakan Dedi menganut perilaku syirik yang dilarang dalam Islam. Perilaku itu tergambar lewat berbagai tindakan yang ia anggap sudah jauh dari nilai-nilai Islam, termasuk melamar Nyi Loro Kidul.

Menepis persoalan syirik, Dedi menegaskan Rizieq tidak bisa menghakimi dirinya. Karena soal syirik yang ditudingkan kepadanya sudah masuk dalam wilayah keyakinan atau ketauhidan. “Soal ketauhidan itu kan adanya di dalam hati, jadi enggak bisa ditebak-tebak seperti itu,” katanya.

merusak masyarakat Purwakarta dengan campur racun, Dedi menyatakan, Rizieq salah. Sebab, salam Sunda itu bukan saja dimasyarakatkan di Purwakarta bahkan sudah diucapkan di markas PBB saat pidato soal kebudayaan medio Agustus 2015.

Masalah Patung

Ihwal patung, Dedi menilai Rizieq bersikap tidak fair. Sebab, patung yang ada di Purwakarta semuanya tak ada yang mengandung unsur syirik. Patung-patung yang dibangun itu ada yang bentuk tokoh pewayangan, tokoh, dan pahlawan nasional, di antaranya patung Jenderal Sudirman, Sukarno, Mohamad Hatta, dan produk kreatif khas Purwakarta yakni keramik.

Dedi kemudian mempertanyakan sikap Rizieq yang sama sekali tidak mempersoalkan patung-patung yang ada di Jakarta. “Kenapa tidak dipersoalkan, padahal patungnya gede-gede,” ujar Dedi.

Lalu, soal dirinya dikatakan sudah melamar dan mengawini Nyi Roro Kidul, Rizieq ditantang buat membuktikannya. “Di KUA mana saya kawin dengan Nyi Roro Kidul? Lalu kapan waktunya?” kata Dedi melempar pertanyaan. Dedi juga mengaku heran, kenapa Rizieq usil dan marah soal Nyi Roro Kidul, “Mestinya yang harus marah duluan itu istri saya. Tetapi, istri saya tenang-tenang saja.”

SOAL KERETA KENCANA

kereta-kencana

Dedi pun menjelaskan, sebagai berikut :

Soal empat kereta kencana yang dibuatnya lalu ditempatkan di bagian selasar gedung negara, Dedi menjelaskan ia memberikan alasan hanya sebagai simbol sebagaimana terdapat di Keraton Yogya dan Solo. Ada pun filosofi yang terkandung dalam keempat kereta kencana tersebut yakni lidah, mata, hidung, dan telinga.

“Tidak boleh dikendarai oleh siapa pun, maknanya, karena lidah, mata, telinga dan hidung itu tidak boleh dikendarai atau ditumpangi oleh sikap iri dan dengki,” kata Dedi.

Refrensi Berita