Karyawan Langit

Jangan Baca!!! Artikel ini!!

Karyawan Yang Jauh Dari Garis
Struktur Organisasi.

Hampir beberapa hari ini saya memperhatikan seorang karyawan, tingkahnya sedikit berbeda dengan karyawan lainnya, dia tidak memiliki jabatan yang pengaruh dalam perusahaan tersebut, boleh dikatakan jabatan dia nyaris tidak pernah dianggap, diabaikan, dikesampingkan, bahkan jauh dari garis struktur organisasi perusahaan.

Ia pun tidak kenal siapa pemilik perusahaan tempat ia bekerja, bahkan saat sang pemilik perusahaan itu melintas di depannya, ia tidak tahu.

Mungkin karena, dia tidak pernah tahu bahkan mungkin tak mau tahu atau sang pemilik perusahaan pun tak tahu siapa dia.

Yang dia tahu, saat orang tersebut datang, beberapa orang ikut ambil bagian menghampirinya, setiap langkah orang tersebut diikuti oleh beberapa orang yang tengah berdiskusi, sesekali jemari mereka menunjuk sana dan sini.

Bahkan si karyawan yang jauh dari struktur perusahaan tersebut, asik berteduh, tanpa pernah tahu siapa pria yang jika datang dikawal beberapa orang tersebut,bahkan ia tidak peduli.

Yang sering bersamanya hanyalah panas begitu terik, yang selalu menemani begitu setia itu hanya dahaga dan lapar yang tertahan. Nyaris, ia tak tahu bahwa itu adalah pemilik perusahaan.

Saya coba mendekati pria yang tidak pernah kenal waktu bekerja, dia tidak mengerti apa itu loyalitas, royalitas dan budaya perusahaan. Yang ia tahu, debu, panas, dahaga dan lapar,serta penantian honor yang seakan merayap, terus dan terus menjauh, dia hanya kenal dengan tanggal 1 diawal bulan.

“Bapak tahu, siapa pria tersebut? “Sedikit usil saya lempar pertanyaan.

” Tidak tahu mas. ” Jawab Pria yang jauh dari garis struktur perusahaan tersebut.

” Itu Boooos! Pemilik perusahaan besar ini!” Dengan suara rendah dan mendekati telinganya.

“Oaaalaaah Masss…Saya ndak tahu kalau bapak yang sering saya lihat setiap malam datang bersama supirnya itu Boss. Saya sering melihat beliau saat karyawan lain pulang kerja, beliau baru datang. ”

” Bener pak!? ”

” Iya Mas, dia sering ngecek sendiri tempat ini. Saya sering lihat beliau tetapi saya tidak pernah kenal dia itu seorang Boss. Yang saya tahu, BOSS saya itu Tuhan yang tak pernah tidur.

Karena Tuhan, saya jalankan dan mensyukuri setiap pekerjaan saya ini. Boss yang mas maksud itu terbatas pengawasannya, Tuhan selalu mengawasi saya Mas, dengan begitu tanpa harus si pemilik perusahaan, Mudah-mudahan saya tetap bekerja tanpa harus dilihat pemilik perusahaan.

Karena Allah melihat kerja saya, dengan begitu saya bisa berbuat untuk perusahaan tempat saya kerja. ”

Nyaris, ucapan Bapak yang jauh dari garis struktur perusahaan tersebut membuat saya terperangah, nyaris kaget dan tak menyangka.

Dia bekerja begitu polos, dan pertemuan itu menjadi jawaban atas apa yang saya lihat sehari-hari pria paruh baya tersebut.

Dia begitu menjaga kebersihan perusahaan, dia tidak mau ada sampah yang berserakan, dia pun bekerja jauh dari waktu atau sistem dalam perusahaan.

Yah, karena Tuhan mengawasinya setiap hari, sang pemilik perusahaan hanya sesekali waktu datangnya, namun karena Tuhan ia bekerja, maka dengan begitu sang pemilik perusahaan pun tak menyesal mempekerjakan Bapak yang jauh dari garis struktur organisasi perusahaan, Bapak yang hanya bersahabat dengan terik matahari, Bapak yang begitu akrab dengan rasa lapar dan dahaga.

Iklan